SuaraBandung.id - Kemarahan ataupun rasa marah adalah satu emosi yang muncul ketika seseorang menemui satu keadaan tertentu yang dianggap tidak benar ataupun tidak disukai.
Kemarahan dapat membuat seseorang berbuat sesuatu yang salah karena kehilangan pengendalian diri.
Mengingat bahwa kemarahan adalah satu respon emosional dari keadaan tertentu, maka tentunya kemarahan memiliki fungsi yang positif bagi kelangsungan hidup manusia.
Lalu, bagaimana pandangan agama tentang rasa marah yang muncul pada diri seseorang?
Jawaban atas pertanyaan itu diungkapkan oleh Buya Yahya dalam satu ceramahnya.
Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 18 Oktober 2022, berikut ulasannya.
Buya Yahya mengatakan bahwa marah dapat menjadi satu sifat yang mulia bagi seseorang apabila marah itu sesuai dengan ketentuan syariat.
"Marah itu kalau dibimbing oleh syariat, kemudian kita harus marah sesuai dengan syariat, maka ini akan menjadi satu sifat yang sangat mulia pada seseorang dan ini dibanggakan, yaitu sifat pemberani," kata Buya Yahya.
Buya Yahya lalu menjelaskan bahwa rasa marah itu dapat berfungsi bagi seseorang dalam menegakkan kebenaran.
"Bagaimana kita perang nggak marah, nggak bisa menebas leher lawan, kan begitu, nggak bisa kita menyerbu, nggak bisa kita mempertahankan agama, kalau bukan karena marah dulu dong," jelas Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian mengatakan bahwa marah yang diperbolehkan adalah marah yang dibimbing dengan syariat agama.
"Cuman, marah yang dibantu oleh syariah, ada bimbingan dari agama, tapi kalau marah tidak dibimbing oleh agama, tidak dibimbing dengan akal, marah menjadi ngawur, marahnya nggak jelas," pungkas Buya Yahya.