Kamarunddin Simanjutak bahkan menduga jika yang sebenarnya terjadi adalah Brigadir J diminta masuk kama Putri.
Di sana Brigadir J dimintai melayani secara seksual, akan tetapi ditolak.
Di sana kata Kamaruddin, lantaran hasratnya tidak tersalurkan pada Brigadir J lalu terjadi dugaan pemaksaan yang membuat Brigadir J berlari.
"Karena dia (diduga Putri) hasratnya tidak terpuaskan. Tidak sampai dia (diduga Putri) mendapatkan kepuasan itu dari Joshua (Brigadir J), maka dia lapor suami dengan menuduh Barigadir J kurang ajar," kata Kamaruddin Simanjutak di acara berita TV One.
Kamaruddin menyayangkan jenderal bintang dua sekelas Ferdy Sambo langsung terpancing dan melakukan perencanaan pembunuhan.
Padahal kata Kamaruddin, yang dimaksud kurang ajar adalah sebuah kesimpulan.
Seharusanya, kata kurang ajar tersebut didalami Ferdy Sambo, seperti apa yang dimaksud kurang ajar Brigadir J.
"Wanita dicolek, itu juga kurang ajar. Lalu kurang ajar yang mana?" kata Kamaruddin.
Harusnya Brigadir J ditanya, dilaporkan tentang yang dimaksud kurang ajar pada istri Ferdy Sambo.
"Baru Yoshua (Brigadir J) mengatakan waktu itu aku mau diperkosa. Aku diminta memuaskan hasrat dia (diduga Putri), lalu aku berlari keluar," kata Kamaruddin.
"Itu namanya bukan kurang ajar, tapi menghindari aib. Menghindari HIV. Siapa tahu wanitanya kena AIDS," kata Kamaruddin. (*)