"Dicokot si belegug sia (diambil sama yang tidak berpendidikan atau tidak punya sopan),” kata Kang Dedi sambil tertawa kepada petugas kebersihan yang mengambil tehnya.
Tawa Kang Dedi Mulyadi sangat lepas, namun penuh makna. Dia mengatakan itulah hidup.
"Kita harus menerima semua keadaan. Kita yang menyiapkan, yang mencuci, yang menyiapkan air, yang membuat teh, pas disimpan di meja diambil orang," katanya.
Dengan kondisi tersebut, Kang Dedi mengatakan tidak usah menjadi ribut, karena itu bukan rezekinya.
“Ya sudah, gak usah kita ribut-ribut kalau bukan rezeki kita," kata Kang Dedi.
"Ya kasihin aja. Kita bikin yang baru tehnya,” kata Kang Dedi, lalu melanjutkan.
“Itulah hidup, jangan meratapi sesuatu yang sudah diambil orang. Bikin lagi yang baru,” ucapnya lagi.
Di bawah video itu, Kang Dedi Mulyadi juga menulis caption cukup panjang.
“Hal yang kita kerjakan, belum tentu kita nikmati," katanya.
Baca Juga: Dosa yang Menghitam, Mungkinkah Masih Diampuni? Ustaz Adi Hidayat: Sudah Banyak Maksiatnya
"Hal yang kita siapkan, belum tentu kita gunakan."
"Pokoknya, semoga diterima iman Islam-nya. Awali aktivitas dengan tawa agar semua berakhir bahagia. #TetapBekerjaUntukRakyat,” tulis Kang Dedi Mulyadi.
Video Kang Dedi Mulyadi ini pun sudah disukai ribuan netizen, dan dikomentari ratusan netizen.
“Berarti diambil orang, ya, Pak ...teh nya. Sabar-sabar, semoga dapat ganti yang jauh lebih baik. Orang setia akan dipertemukan dengan orang setia pulak. Sehat-sehat selalu, ya, Bapak,” tulis @tyawatililies
“Ke arah mana ucapan bapak saya faham, Pak. Sabar, Pak, akan digantikan yang baru insyaalloh lebih baik,” lanjut @windiastuti014
Komentar @windiastuti014 pun dibalas dengan komentar netizen lain. Seperti ditulis @qiqi5133, “@windiastuti014 disenggol dengan bahasa yang halus ya.”