SuaraBandung.id - Kematian adalah satu keniscayaan, tidak ada seorangpun yang dapat menghindarinya.
Mengingat akan kematian itu hendaknya dibarengi dengan keyakinan bahwa ada kehidupan yang lebih panjang daripada kehidupan di dunia.
Sebagaimana disampaikan oleh Buya Yahya dalam satu ceramahnya, orang yang dapat mengingat kematian adalah orang yang cerdas.
Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal YouTube Derry Sulaiman And Sahabat yang diunggah pada 12 Juli 2022, Berikut ulasannya.
Buya Yahya mengungkapkan satu pesan nabi yang menyebutkan bahwa orang yang cerdas adalah orang yang selalu mengingat kematian.
"Manusia itu, kalau nabi mengingatkan, orang cerdas (adalah) yang selalu mengingat kematian," ungkap Buya Yahya.
Buya Yahya lalu menjelaskan bahwa perilaku seseorang yang dapat mengingat kematian akan terbentuk secara otomatis.
Perilaku itu akan terbentuk jika dibarengi dengan keimanan bahwa setelah kematian nanti ada kehidupan yang lebih panjang daripada kehidupan di dunia.
"Karena kalau dia ingat bahwasanya ada kematian, lalu dibarengi dengan keimanan bahwa setelah mati nanti ada kehidupan yang lebih panjang, maka secara otomatis akan membentuk perilaku orang tersebut di saat hidup di dunia," jelas Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian mengatakan bahwa perbuatan manusia saat ini pasti akan menuai balasan suatu saat nanti, baik itu perbuatan baik maupun perbuatan buruk.
"Karena apa? Apa yang dilakukan saat ini akan ada balasannya nanti. Jika itu baik maka dia akan mendapatkan kebaikan, jika itu keburukan akan dapatkan keburukan," kata Buya Yahya.
Setelah itu, Buya Yahya mengingatkan bahwa bergaul dengan orang yang tidak percaya dengan kehidupan setelah kematian, adalah hal yang berbahaya.
"Maka paling bahayanya kita itu kalau bergaul dengan orang yang tidak percaya kepada kehidupan setelah kematian ini," pungkas Buya Yahya.