SuaraBandung.id - Kita tentu pernah mendengar kabar tentang seseorang yang keluar dari agama Islam dan memeluk agama lain, atau disebut juga dengan murtad.
Terkadang, orang yang murtad itu justru bisa jadi orang yang berada di lingkungan kita, bahkan keluarga ataupun saudara kita sendiri.
Lalu, Bagaimana cara kita berurusan dengan saudara tersebut ataupun dengan orang murtad secara umum?
Jawaban atas pertanyaan itu terungkap dalam satu ceramah yang disampaikan oleh Buya Yahya. Buya Yahya menjawab pertanyaan seorang jamaah yang mengaku saudaranya telah murtad.
Buya Yahya pun mengungkapkan bahwa kita tidak boleh memberi makan ataupun minum kepada orang yang murtad kecuali dalam irama cinta.
Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 31 Oktober 2022, berikut ulasannya.
"Lalu bagaimana kita berurusan dengan orang murtad?" ungkap Buya Yahya.
"Maka kalau anda urusan dengan mereka, anda tidak boleh memberi makan kepada dia, (tidak boleh) memberi minum kepada dia kecuali di dalam irama cinta untuk membawa dia kepada kebaikan," jelas Buya Yahya.
Buya Yahya lalu mengatakan bahwa apabila kita hanya memberikan sesuatu kepada orang murtad itu tanpa adanya harapan agar orang murtad tadi mendengar ucapan kita, maka hal itu tidak dperbolehkan.
"Kalau hanya memberi saja, tidak. Tapi kalau anda memberi dia dengan harapan agar nanti tersentuh hatinya lalu mendengar suara anda, berarti anda termasuk dalam irama berdakwah untuk membawa dia (diperbolehkan)" kata Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian juga menjawab pertanyaan jamaah terkait bagaimana jika saudara yang murtad itu meminjam mobil untuk digunakan menuju ke tempat ibadah yang selain Islam.
"Anda meminjami mobil, tapi dengan berharap bahwasanya semoga dengan itu dia semakin bisa mendengar dan sebagainya, jadi anda ada misi dakwah, maka saat itu anda diperkenankan," pungkas Buya Yahya.