SuaraBandung.id - Sebagai umat Islam, tentu harus meyakini bahwa Allah telah menciptakan makhluk berupa jin.
Namun, yang masih menjadi pertanyaan di kalangan umat Islam adalah, benarkah manusia sama sekali tidak bisa melihat jin?
Jawaban atas pertanyaan itu terungkap dalam satu perbincangan antara Buya Yahya dan Pesulap Merah.
Pesulap Merah bertanya kepada Buya Yahya tentang jin. Kemudian, Buya Yahya pun menjawab pertanyaan itu.
Buya Yahya juga mengungkapkan bahwa adanya pernikahan manusia dengan jin adalah satu hal yang tidak pasti.
Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal YouTube Pesulap Merah Productions yang diunggah pada 21 Oktober 2022, berikut ulasannya.
"Jadi, kalau dalam Islam sendiri, sebenarnya manusia itu total nggak bisa melihat jin ya?," tanya Pesulap Merah.
Kemudian, Buya Yahya menjawab pertanyaan itu, ia mengatakan bahwa manusia tidak bisa melihat jin di alam dunia. Namun, jin dapat melihat manusia.
"Memang dibuat Allah kan, kita tidak melihat di dunia, mereka melihat kita, itu kan disebutkan Al Quran," jawab Buya Yahya.
Buya Yahya lalu menjelaskan bahwa manusia bisa melihat jin di alam dunia apabila jin itu menjelma dengan seizin Allah. Jin yang menjelma itu juga memiliki maksud tertentu.
"Sudah Allah begitu, baru kita bisa melihat jin itu kalau memang sudah menjelma sesuai dengan izin Allah. Tapi mengatakan menjelma sendiri nggak boleh, tentu ada maksud kenapa dia menjelma," jelas Buya Yahya.
Setelah itu, Buya Yahya mengungkapkan bahwa mungkin saja ada jin yang menjelma di tengah-tengah keramaian kita. Namun, sesuatu yang mungkin itu tidak bisa disebut pasti.
"Mungkin menjelma di tengah-tengah ada jin, mungkin. Tapi 'mungkin' kan belum tentu ada, cuman kebanyakan orang, mungkin itu sudah dikatakan pasti," ungkap Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian memberikan satu contoh, yaitu semisal ia mengatakan mengatakan kepada publik bahwa dirinya mungkin bisa terbang, maka itu bukan berarti pasti.
"Mungkin ndak saya bisa terbang, coba, langsung beritanya 2000 berapa Buya Yahya terbang, jadi salah. Mungkin kok jadi beneran, mungkin itu bukan berarti pasti terjadi," ungkap Buya Yahya.