“Kepala desa harus tahu bu, kepala desa itu jangan urus lipstik aja sama bedak bu, batas wilayah ibu harus tahu, ini tanah ini,tanah ini, jangan cuman ngambil pajaknya aja,” sindir Dedi Mulyadi.
Karena masih mendapatkan jawaban yang sama bahwa petinggi hingga kepala desa disana tidak tahu sedang menggunakan tanahnya.
Lantas Dedi Mulyadi meminta imbalan berupa denga membayar tanah tersebut seharga 300 ribu Rupiah oer meternya.
“300 ribu lah udah per meter, jadi 3 miliar” kata Dedi Mulyadi.
Akhirnya salah satu petugas disana membayar kepada kepala desa setempat karena telah menggunakan tanahnya tanpa ijin.
“Yang punya tanah udah insaf, dulu nambang sekarang nanam, sempat saya marahin, karena menanam itu lebih mulia dari menambang,” jelas Dedi Mulyadi.
Namun diketahui, jika ternyata Dedi Mulyadi mengaku jika ia tidak memiliki tanah disana.
“Emangnya saya ada disini, kagak ada, adanya juga tanah perhutani tuh,” canda Dedi Mulyadi.
(*)
Baca Juga: Zona Merah Banjir di Solok Selatan Mulai Berkurang
Sumber: Youtube Kang Dedi Mulyadi