SuaraBandung.id - Suasana batin para pengacara Brigadir J rupanya belum selesai meski kasus dugaan pembunuhan berencana yang diduga diotaki Ferdy Sambo disidangkan di pengadilan.
Rupanya semakin hari sidang itu digelar, selalu saja ada halangan berapa serangan dan ancaman yang dialami Ferdy Sambo.
Terlebih ketika di awal-awal mereka tampil ke muka membawa bendera perang melawan Ferdy Sambo atas nama tegaknya keadilan.
Satu di antara Pengacara keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak akhirnya buka-bukaan.
Dia membongkar semua yang dialami mengenai perasaan dan perjalanannya dalam menghadapi kasus hukum kliennya.
Dilihat Suara.com di program Newsmaker di kanal YouTube medcom id, Martin sadar jika semua pekerjaan memiliki risiko, termasuk dirinya.
Disadari Martin, termasuk ketika ia menerima kasus pembunuhan ajudan Ferdy Sambo ini, maka berbagai risiko harus diminimalisir lantaran akan selalu saja ada yang mencoba mengganggu.
Martin mengaku dirinya bukan manusia super pemberani melawan jenderal bintang dua.
"Ketika saya menerima kasus ini, saya juga dalam pergumulan, bukannya kita seperti manusia super yang nggak ada takutnya," kata dia.
Baca Juga: Vonis 10 Tahun Penjara! Indra Kenz Bakal Ajukan Banding

Akan tetapi, Martin mengatakan jika semua langkah yang dilakukannya sudah sangat penuh perhitungan.
"Tetap saya pertimbangkan matang-matang," ujarnya, dikutip pada Senin (14/11/2022).
Rupanya kekhawatiran dan perhitungan Martin benar-benar terjadi.
Serangan yang diterima oleh Martin dan tim kuasa hukum lainnya sangat beragam.
Saking banyaknya ancaman yang dihadapi, Martin berkata jika kemungkinan dirinya tidak selamat keesokan harinya.
Bukan soal ancaman yang mencam jiwa, Martin pun dibunuh secara karakter oleh para buzzer yang sejak awal sudah dipasang.