Disebutnya, diduga ANS ini ada dalam ribuan video mesum yang diperankan bersama banyak wanita, mulai dari istri-istri sah, istri orang lain, dan perempuan lainnya.
Dijelaskan Kamaruddin Simanjuntak, ANS yang menjabat sebagai Dirut Taspen menyimpan video-video tersebut sebagai koleksi di dalam handphone dan juga komputernya.
“Kita temukan kurang lebih 6.000 video porno di mana beliau sebagai pelaku dengan berbagai wanita yang bukan muhrimnya," kata Kamaruddin Simanjuntak.
"Tetapi adalah istri-istri yang masih sah dari istri orang lain," katanya.
Dalam menghadapi kasus tersebut, Kamaruddin Simanjuntak rupanya sudah menyiapkan barang bukti secara matang.
Untuk pelimpahan barang bukti tentang video-video syur, terlebih dulu menyatukan semua file video asusila itu ke dalam hard disk.
Akhirnya Kamaruddin Simanjuntak menyerahkan semuanya secara resmi pada Siber Polri.
“Dirut Taspen (diduga ANS) ini (diduga) sebagai pelaku dan wanita-wanita istri lain sebagai turut pelaku," kata Kamaruddin Simanjuntak.
"Karena dipanggil oleh Siber Polri, hari ini kita resmi serahkan," ucap Kamaruddin Simanjuntak.
Dalam menyerahkan barang bukti, Kamaruddin Simanjuntak tidak sendirian. Dia ditemani istri sah ANS Kosasih, Rina Lauwy.
Terkait ribuan video syur tersebut rupanya dicari Kamaruddin Simanjuntak bersama istri ANS, Rina.
Setelah semua bukti diserahkan kata Kamaruddin Simanjuntak, semua sudah menjadi kewenangan Polri, bukan lagi tanggung jawab dirinya.
“Karena (diduga barang bukti video syur) sudah bukan saya saja yang pegang sama Ibu (istri ANS), tetapi sudah juga ikut penyidik," katanya.
"Jadi, kalau (video syur) tersebar, terhitung mulai hari ini bukan lagi tanggung jawab saya, karena saya akan serahkan ke penyidik,” kata Kamaruddin.
Dalam kasus ini rupanya Kamaruddin Simanjuntak tidak hanya menyerahkan barang buktu ribuan video syur saja.
Ada juga sekoper bukti transaksi uang, yaitu diduga bukti transfer ke rekening wanita lain.
"Kemudian saya juga bawa satu koper bukti berisi transaksi keuangan," katanya.
"(Diduga) Dirut mentransfer uangnya sampai Rp 200 juta per hari kepada wanita-wanita lain dan keluarganya yang bukan muhrim," kata Kamaruddin Simanjuntak meyakinkan.
Awal mula memanasnya Kamaruddin Simanjuntak dengan Dirut PT Taspen ANS Kosasih terjadi sekira Agustus 2022 lalu.
Ketika itu Kamaruddin Simanjuntak menuding diduga Dirut PT Taspen dengan dua tuduhan serius.
Tuduhan pertama soal dugaan pengelolaan dana kongkalikong Rp300 triliun untuk memenangkan calon presiden (capres) di Pemilu 2024.
Kemudian tudingan kepada ANS Kosasih yang memiliki banyak wanita simpanan.
Dari sana pihak ANS Kosasih bersama sang Pengacara, Duke Arie Widagdo langsung melaporkan Kamaruddin Simanjuntak ke polisi. (*)