SuaraBandung.id - Film bergenre horor kembali hadir di bioskop tanah air, kali ini sebuah film berjudul ‘Anak Titipan Setan’ dilempar yang merupakan sebuah kolaborasi antara Production House (PH) Jaman Studio, Maxstream, MediaHub dengan Perum Produksi Film Negara (PFN).
Anak Titipan Setan merupakan film yang diambil dari kisah nyata, dimana mengangkat fenomena pesugihan yang masih banyak dilakukan oleh masyarakat guna mendapatkan kekayaan.
Erwin Arnada selaku pemilik cerita asli sekaligus sutradara dan penulis skenario menjelaskan bahwa cerita utama dalam film Anak Titipan Setan terinspirasi dari kisah nyata yang ia temui saat melakukan liputan jurnalistik di daerah Jawa Tengah pada tahun 1994-1995.
“Ketika saya melakukan liputan di daerah Solo-Magetan, saya mendengar cerita tentang jaran penoleh, satu cara pesugihan dengan tumbal berat yaitu menumbalkan keluarga atau anak cucunya setiap 10 tahun sekali. Karena tumbal yang berat inilah, cara pesugihan ini kurang begitu populer. Keunikan cerita ini pun disetujui oleh PFN untuk diangkat ke layar lebar bekerjasama dengan Jaman Studio” jelas Erwin Arnada di Kota Bandung, kemarin.
Jaman Studio yang menjadi rekanan PFN pun mengakui jika cerita mengenai Jaran Penoleh ini sangat menarik, bahkan belum pernah diangkat ke dalam layar lebar.
“Kami berharap film Anak Titipan Setan akan diterima baik oleh khalayak penonton film Nasional yang tergambarkan dalam capaian box office dalam penayangannya dan film Anak Titipan Setan ini menjadi pengingat bahwa bersekutu dengan kuasa gelap bukanlah jalan keluar yang tepat,” ujar Soemijato Muin selaku Executive Producer Jaman Studio.
Selain memiliki cerita yang menarik karena mengangkat cerita yang tergolong segar di perfilman Indonesia, Film Anak Titipan Setan juga menjadi ajang kembalinya Gisella Anastasia di panggung layar lebar setelah beberapa tahun vakum. Kembalinya aktris yang akrab disapa Gisel ini terasa lebih spesial lagi, pasalnya film Anak Titipan Setan menjadi debut film horor Gisel setelah sebelumnya banyak bermain di genre drama.
“Ini merupakan kesempatan yang luar biasa untuk belajar lagi, karena pasti bermain di film drama akan berbeda dengan film horor. Apalagi aku bisa mendapat kesempatan untuk bermain dengan lawan main yang lebih berpengalaman” tutur Gisel.
Bahkan saat ditanya apakah ia ingin kembali bermain film horor, dirinya mengaku ketagihan. “Ya aku ketagihan lah, apalagi buat aku genre apa saja tentunya harus mau mencoba dan belajar,” paparnya.
Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Dewa United vs Persis Solo Tuntas 1-1
Selain Gisella Anastasia, film Anak Titipan Setan juga dibintangi oleh Ingrid Widjanarko dan Annisa Hertami serta aktor berbakat Yogyakarta, seperti Ibnu Gundul, Soeyik, Nano Asmorodono dan memperkenalkan pemain cilik Gabriel Bivolaru.
Sebagai aktris senior yang sudah berakting di beberapa film bergenre horor, pengalaman bekerjasama dengan sutradara Erwin Arnada bukanlah yang pertama baginya. Pengalaman inilah yang memudahkan Ingrid dalam memerankan karakter Eyang Susana di film Anak Titipan Setan.
"Saya sudah beberapa kali bekerjasama dengan Erwin Arnada di film Nini Thowok tahun 2018. Jadi kedekatan itulah yang semakin meningkatkan kepercayaan diri saya agar bisa memerankan karakter Eyang Susana dengan baik. Erwin Arnada adalah sosok yang tegas namun santai. Artinya dia sangat paham dalam memberikan intruksi maupun arahan sesuai dengan kondisi di lokasi syuting," ungkap Ingrid.