SuaraBandung.id - Bulan Ramadhan sebentar lagi, hanya tinggal menghitung hari sehingga muslim bisa bertemu kembali dengan bulan yang penuh dengan rahmat-Nya.
Ramadhan sangat identik dengan ibadah puasa, kemudian shalat tarawih hingga Idul Fitri sebagai puncak juga perpisahan dengan bulan seribu bulan ini.
Namun Buya Yahya mengingatkan bahwa ada peluang buruk bagi seorang muslim ketika menjalankan ibadah puasa yang malah mengantarkannya terjebak dalam kerugian saat bulan Ramadhan.
Kerugian tersebut, menurut Buya Yahya hal ini bisa terjadi dikarenakan sebagai muslim, dirinya belum terlepas dari kesalahan atau tidak bertaubat dan Allah pun tidak memberikan ridho juga rahmat-Nya.
"Sangat rugi orang yang bisa bertemu dengan bulan Ramadan. Akan tetapi, dia bukan termasuk orang yang diampuni, bukan termasuk orang yang mendapatkan rahmat dari Allah."
"Dan bukan termasuk orang yang mendapatkan keridhaan dari Allah,"tulis Buya Yahya melalui akun Instagram pribadinya dan unggah pada (28/2/2023).
Lalu bagaimana caranya agar seorang muslim dapat dengan baik menyambut bulan Ramdhan dan diterima puasanya oleh Allah?
Buya Yahya menjelaskan ada dua hal yang perlu dilakukan dan didahulukan sebelum seorang muslim melakukan ibadah puasa di bulan Ramadhan agar terhindar dari kerugian.
Pertama, persiapan lahir. Maksudnya kita mulai sedari sekarang menyiapkan agenda apa saja yang akan dilakukan selama bulan Ramdhan misalnya jadwal untuk membaca Alquran dengan metode one day one juz.
Baca Juga: Silang Pernyataan Mario Dandy Vs Amanda Soal Dugaan AG Dilecehkan David
"Persiapkan jadwal-jadwal untuk ibadah yang harus kita laksanakan di bulan suci Ramadan. Jangan sampai waktu bulan suci Ramadan ini berlalu begitu saja,"ungkapnya melaui @buyayahya_albajah
Termasuk dalam hal ini, Buya Yahya mengingatkan untuk memperhatikan pula situasi disekitar kita agar dapat berjaga-jaga dan tidak terjerumus kepada kemaksiatan.
Kedua, persiapan bathin. Cara berikut ini melibatkan hati dan niat seorang muslim untuk melaksakan ibadah puasa saat bulan Ramadhan.
Tujuannya untuk mengusahakan munculnya rasa ikhlas dan tulus untuk beribadah sesuai aturan sehingga akan menjalankan ibadah dengan lancar tanpa adanya paksaan juga terhindar dari perasaan tidak terpuji
"Persiapan batin dengan mempersiapkan hati dengan ketulusan mengabdi kepada Allah. Menghilangkan ketakaburan dan menghilangkan rasa dengki," pungkas Buya Yahya. (*)
Sumber: Instagram @buyayahya_albajah