Qodho Puasa Ramadhan tapi Saat Berniat Tidak Menyebutkan Kefardhuannya Apakah Sah? Ternyata ini Jawaban dari Buya Yahya

Suara Bandung Suara.Com
Kamis, 23 Maret 2023 | 18:43 WIB
Qodho Puasa Ramadhan tapi Saat Berniat Tidak Menyebutkan Kefardhuannya Apakah Sah? Ternyata ini Jawaban dari Buya Yahya
Buya Yahya Jelaskan tentang sah dan tidaknya berpuasa qodho ramadhan namun ketika berniat tidak menyebutkan kefardhuannya (YouTube/Al-Bahjah TV)

SuaraBandung.id - Ragu akan sah atau tidaknya puasa qodha ramadhan yang telah dikerjakan selalu menjadi keresahan untuk beberapa muslim, maka Buya Yahya menjelaskan dengan lebih gamblang perihal status niat yang sering diperdebatkan.

Berdasarkan informasi yang ditegaskan oleh Buya Yahya, mengganti atau mengqodho puasa ramadhan yang sempat terhalang pengerjaanya adalah sesuatu yang diharuskan dan dihukumi wajib bagi muslim.

Namun tentang penyebutan niat ketika mengqodho puasa ramadhan kadang kala menjadi permasalahan tersendiri yang tak kunjung selesai, Buya Yahya menayangkan hal ini sebab masih ada bias di masyarakat.

Buya Yahya menjelaskan masyarakat Islam di Indonesia mayoritas meyakini bahwa niat untuk berpuasa ramadhan atau pun pengerjaan ibadah lainnya seperti shalat dan mengqodho puasa haruslah melalui lisannya.

Bahkan menurut cerita Buya Yahya ada sebagian masyarakat yang mengharuskan kalimat kefardhuan dalam berpuasa harus diucapkan ketika berniat puasa wajib jika tidak maka puasa tersebut bernilai sunnah atau ada yang menyebut sia-sialah puasa itu.

"Puasa anda sah, qodho anda sah, niat itu dalam hati bukan apa yang diucapkan oleh lidah anda. Qodho anda menyebutkan anda puasa ramadhan maka hati anda pasti mengatakan itu wajib, buktinya anda ingin mengqodho. Jadi niat itu dalam hati, mengucapkan itu sunnah biarpun ketika diucapkan tidak sempurna namun dalam hati anda sempurna, sudah sah," jelas Buya Yahya pada (22/3/2023).

Demikianlah yang dijelaskan oleh pengasuh pondok pesantren Al-Bahjah Cirebon, artinya meski saat melakukan qodho puasa ramadhan tidak menyebutkan kalimat kefardhuan ibadah itu tetaplah sah apa yang dikerjakannya.

Karena sesungguhnya niat itu berada di hati bukan di lisannya seseorang, adapun mengucapkannya melalui mulut adalah kesunnahan agar menjadi lebih kuat niat yang ditekadnyanya.

Maka dari itu, berhati-hati dalam ibadah adalah hal yang diperlukan namun maksudnya agar kita mengetahui hukum yang melekat dalam setiap perbuatan sepeti halnya ketika berniat puasa ramadhan. (*)

Baca Juga: Duduk Perkara Pemkot Yogyakarta Larang Band Angklung Main di Jalanan Malioboro

Sumber: YouTube Al-Bahjah TV

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI