bandung

Berzina di Bulan Ramadhan? Buya Yahya: Hukumannya Bisa Dirajam sampai Mati

Suara Bandung Suara.Com
Senin, 27 Maret 2023 | 19:00 WIB
Berzina di Bulan Ramadhan? Buya Yahya: Hukumannya Bisa Dirajam sampai Mati
Buya Yahya menjelaskan hukuman bagi seseorang yang berbuat zina di Bulan Ramadhan, (Youtube/Al Bahjah TV)

SuaraBandung.id — Berbuat zina di Bulan Ramadhan merupakan dosa yang amat besar. Meskipun si pembuat dosa bisa mengkafaratinya, tapi persoalan yang paling mendasar bukan hal itu.

Melainkan, sejauh mana mampu menyadari atas perbuatan zina yang ia lakukan dan mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT. Bayangkan saja, melakukan hubungan intim bukan dengan mahromnya saja sudah termasuk dosa besar.

Bahkan, pasangan suami istri saja jika melakukan hubungan (intim) di siang hari bulan Ramadhan dengan sadar dan sengaja, termasuk dosa besar juga. Apalagi berzina di bulan Ramadhan.

Dalam YouTube Al Bahjah TV (26/3/2023)  berjudul "Pernah Berzina di Bulan Ramadhan: Apakah Dosa Zina Diampuni Allah?," Buya Yahya menjelaskan, kafara hanya berlaku untuk laki-laki. 

Kafara yang dimaksud adalah mengganti, menutupi, membayar, memperbaiki atau menebus kesalahan yang sengaja dilakukan (misal: membatalkan puasa dengan berzina) dengan cara memerdekakan seorang budak, puasa dua bulan berturut-turut,  atau memberi makan 60 orang miskin.

Sedangkan untuk seorang perempuan, jika ia masih perawan, kemudian melakukan zina maka perempuan itu harus di cambuk 100 kali, lalu diasingkan ke tempat yang jauh.

Tujuannya adalah supaya nama perempuan itu menjadi baik kembali dan di tempat yang baru itu ia tidak dikenal sebagai seorang pezina.

Sedangkan bagi yang sudah menikah atau memiliki pasangan yang halal kemudian melakukan zina (apalagi di Bulan Ramadhan), maka hukumannya dirajam sampai mati. 

Namun Buya Yahya memberikan catatan, hukuman cambuk dan rajam hanya bisa dilakukan bila ada kesaksian dan pengakuan atas perbuatan zina yang dilakukan.

Baca Juga: Berapa Gaji dan Harta Said Abdullah? Anggota DPR PDIP yang Dituding Bagi-bagi Duit di Masjid

Oleh karenanya Buya Yahya menegaskan serta mengingatkan, cukuplah dosa itu dipendam dan hanya diketahui oleh kita kemudian mintalah ampunan dari Allah, karena ampunan-Nya itu sangatlah luas.

Maka dari itu, persoalan yang lebih penting dari kufara zina adalah bagaimana kita menyadari dosa yang diperbuat. 

Lalu melupakan dan menjauhkan dari segala sesuatu baik pikiran maupun perasaan yang berhubungan dengan masa lalu yang tidak baik itu.  

Kemudian bertaubatlah dengan sungguh kepada Allah SWT hingga kita merasa benci akan hal itu (zina) dan enggan untuk mengulanginya lagi. (*/Alina)

Sumber: YouTube Al Bahjah TV

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI