SUARA BANDUNG - Penggemar sepak bola tanah air untuk klub Arema FC, Aremania tolak rencana renovasi Stadion Kanjuruhan yang hendak diupayakan oleh pemerintah.
Penolakan rencana renovasi Stadion Kanjuruhan dengan lantang Aremania suarakan melalui beberapa akun media sosial seperti Instagram hingga Twitter.
Aremania menyebutkan bahwa mereka lebih memilih untuk menjadikan Stadion Kanjuruhan sebagai museum pengingat atas tragedi sepak bola terburuk sepanjang masa.
Berdasarkan pesan yang ditulis oleh Aremania, meskipun Stadion Kanjuruhan hingga saat ini menjadi terbengkalai dan tak lagi terurus rapih semenjak tragedi buruk itu.
Sekali lagi, mereka mengatakan bahwa hal tersebut lebih baik dari pada sebagai Aremania harus mendukung tim kebanggaannya di Stadion Kanjuruhan yang memiliki sejarah kelam bagi persepakbolaan Indonesia.
"Pasca tragedi yang memilukan Kanjuruhan tak beraktifitas dan terbengkalai. Namun bagi kami, lebih baik seperti itu Biarkan jadi 'Museum Pengingat' atas Tragedi sepakbola terburuk ke-2 Di dunia!," tulis akun Instagram @arema_bluearmy yang diunggah oleh Extra Time Indonesia pada Senin (10/4/2023).
Sebagaimana diketahui bahwa nya di tahun lalu, Kanjuruhan telah menjadi saksi bisu kerusuhan yang melibatkan berbagai elemen dari suporter hingga kepolisian.
Bahkan akibat nya sebanyak 754 orang terkonfirmasi menjadi korban atas kerusuhan luar biasa di Kanjuruhan. Bukan hanya korban luka-luka bahkan beberapa diantaranya meninggal dunia.
Mempertimbangkan hal tersebut, penggemar sepak bola Arema FC pun lantang menyuarakan penolakan akan rencana renovasi stadion yang berlemak di Malang, Jawa Timur. (*)
Sumber: Instagram/@arema_bluearmy