Dari Desa di Pulau Obi, Rumah Belajar Ini Jadi Ruang Bermain, Membaca, dan Menumbuhkan Harapan

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:27 WIB
Dari Desa di Pulau Obi, Rumah Belajar Ini Jadi Ruang Bermain, Membaca, dan Menumbuhkan Harapan
Harita Nickel mendirikan Rumah Belajar untuk menyediakan pendidikan informal dengan menciptakan ruang belajar yang nyaman bagi anak-anak, pelajar, dan masyarakat sekitar. (Dok: Harita Nickel)
baca 10 detik
  • Harita Nickel meresmikan tiga rumah belajar di Pulau Obi, Halmahera Selatan, pada tanggal 2 Mei 2026.
  • Program ini menyediakan fasilitas pendidikan informal bagi anak-anak untuk meningkatkan literasi di wilayah kepulauan terpencil tersebut.
  • Sebanyak 210 siswa kini memiliki akses ruang belajar yang nyaman guna menunjang keterampilan membaca dan menulis.

Suara.com - Menjelang sore, sebuah ruangan bercat jingga di Desa Fluk, Pulau Obi, Maluku Utara, mulai dipenuhi anak-anak yang duduk di meja-meja kecil berwarna cerah. Sebagian sibuk membuka lembar demi lembar buku bacaan, sebagian lain serius memperhatikan tulisan di hadapan mereka, sementara seorang pendamping menemani proses belajar di tengah ruangan.

Rak buku sederhana di sudut ruangan menjadi teman sore anak-anak desa yang datang untuk membaca bersama.

Pemandangan sederhana itu menggambarkan wajah lain perjuangan literasi di Maluku Utara. Di tengah keterbatasan akses bacaan dan fasilitas belajar, ruang-ruang kecil seperti rumah belajar menjadi tempat anak-anak menemukan kesempatan untuk membaca, bermain, dan tumbuh bersama.

Meski angka buta aksara di provinsi ini menurun menjadi 1,05 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tantangan literasi belum sepenuhnya selesai.

Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (ILPM) Maluku Utara masih berada di bawah rata-rata nasional. Di banyak wilayah kepulauan, akses terhadap bahan bacaan, ruang belajar, hingga fasilitas pendidikan informal masih terbatas.

Tiga rumah belajar yang didirikan Harita Nickel adalah Rumah Belajar Simore di Desa Gambaru, Rumah Belajar di Desa Ocimaloleo, dan Rumah Belajar Nyinga Moi di Desa Fluk--diresmikan 2 Mei 2026.  (Dok: Harita Nickel)(Dok: Harita Nickel)
Tiga rumah belajar yang didirikan Harita Nickel adalah Rumah Belajar Simore di Desa Gambaru, Rumah Belajar di Desa Ocimaloleo, dan Rumah Belajar Nyinga Moi di Desa Fluk--diresmikan 2 Mei 2026. (Dok: Harita Nickel)(Dok: Harita Nickel)

Kondisi geografis menjadi salah satu hambatan terbesar. Jarak antarpulau, keterbatasan infrastruktur, dan minimnya ruang belajar membuat anak-anak di sejumlah desa sulit mendapatkan akses literasi yang memadai di luar sekolah.

Di tengah situasi itu, rumah belajar informal mulai hadir sebagai ruang alternatif. Salah satunya melalui program Rumah Belajar yang dibangun Harita Nickel di Pulau Obi. Hingga kini, terdapat tiga rumah belajar yang berdiri di Desa Gambaru, Ocimaleo, dan Desa Fluk yang baru diresmikan pada 2 Mei 2026.

Setiap sore, rumah belajar ini dipenuhi aktivitas sederhana: membaca selama 15 menit, belajar menulis, mendongeng, bermain kuis pengetahuan, hingga menonton film edukasi bersama. Pendekatannya dibuat santai agar anak-anak merasa nyaman belajar tanpa tekanan.

“Setiap sore anak-anak datang dengan hati senang. Mereka tidak hanya membaca, tapi juga bermain setelahnya,” kata Hamsiah Drakel, salah satu orang tua di Desa Fluk.

baca juga

Bagi sebagian orang tua, rumah belajar juga menjadi cara untuk mengalihkan anak dari ketergantungan gawai. Nadia Abdullah mengaku kini anak-anak di desanya memiliki kegiatan yang lebih bermanfaat dibanding sekadar bermain ponsel sepanjang hari.

Infografis Rumah Belajar di Pulau Obi.(NotebookLM)
Infografis Rumah Belajar di Pulau Obi.(NotebookLM)

Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara sekaligus Ketua HIMPSI Maluku Utara, Syaiful Bahry, menilai ruang belajar komunal seperti ini memiliki dampak sosial yang besar. Menurutnya, anak-anak belajar lebih efektif ketika merasa aman dan tidak takut salah.

“Ruang kecil seperti ini bisa menjadi fondasi penting bagi ketahanan mental dan pembangunan manusia jangka panjang,” ujarnya.

Program rumah belajar ini telah menjangkau sekitar 210 siswa. Selain menyediakan buku dan permainan edukatif, rumah belajar juga menghadirkan guru pendamping untuk membantu anak-anak yang belum lancar membaca.

Di wilayah kepulauan yang akses literasinya masih timpang, rumah-rumah belajar sederhana itu perlahan menjadi tempat tumbuhnya harapan baru. Bukan hanya tentang membaca, tetapi juga tentang memberi ruang bagi anak-anak untuk bermimpi lebih jauh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:15 WIB

Pecandu Buku, Gerak Laku Penuntut Ilmu: Literasi untuk Membangun Peradaban

Pecandu Buku, Gerak Laku Penuntut Ilmu: Literasi untuk Membangun Peradaban

Your Say | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:55 WIB

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:41 WIB

Terkini

Bukan Cuma Tekan Emisi, Pasar Karbon Bisa Jadi Mesin Cuan Baru Perusahaan

Bukan Cuma Tekan Emisi, Pasar Karbon Bisa Jadi Mesin Cuan Baru Perusahaan

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 16:25 WIB

OJK Terbitkan Regulasi yang Atur Demutualisasi Bursa

OJK Terbitkan Regulasi yang Atur Demutualisasi Bursa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 16:25 WIB

Pesona Male Lead Tengil di Drama Undercover Affair, Sukses Bikin Penonton Salah Tingkah!

Pesona Male Lead Tengil di Drama Undercover Affair, Sukses Bikin Penonton Salah Tingkah!

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:23 WIB

Demi Korban atau Selamatkan Muka? Menelanjangi Borok Penanganan Kasus di SMAN 1 Sentolo

Demi Korban atau Selamatkan Muka? Menelanjangi Borok Penanganan Kasus di SMAN 1 Sentolo

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:20 WIB

Bukan Fraksi, PDIP Usul Syarat Capres Didukung Minimal 2 Parpol dan Maksimal 4 Partai

Bukan Fraksi, PDIP Usul Syarat Capres Didukung Minimal 2 Parpol dan Maksimal 4 Partai

News | Senin, 21 September 2026 | 16:18 WIB

Telur Ayam Cuma Rp15 Ribuan di Indomaret, Bayarnya Pakai Promo BRImo

Telur Ayam Cuma Rp15 Ribuan di Indomaret, Bayarnya Pakai Promo BRImo

Bri | Senin, 21 September 2026 | 16:17 WIB

Teaser Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Dirilis, Kisah Ale Ingin Akhiri Hidup

Teaser Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Dirilis, Kisah Ale Ingin Akhiri Hidup

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Paling Anjlok se-Asia Hari Ini, Ditutup di Level Rp17.847

Rupiah Paling Anjlok se-Asia Hari Ini, Ditutup di Level Rp17.847

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 16:13 WIB

Cara Menurunkan Desil Online Pakai HP, Begini Langkah Mudahnya!

Cara Menurunkan Desil Online Pakai HP, Begini Langkah Mudahnya!

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 16:11 WIB

PDIP Soal Syarat Capres: Setuju Minimal 2 Parpol, tapi Harus Ada Batas Maksimal

PDIP Soal Syarat Capres: Setuju Minimal 2 Parpol, tapi Harus Ada Batas Maksimal

News | Senin, 21 September 2026 | 16:11 WIB

×