SUARA BANDUNG - Kenal lebih jauh Tenzin Gyatso, Dalai Lama ke-14 sebagai pemimpin spiritual Tibet yang akhir-akhir ini viral.
Keviralan Dalai Lama berawal dari video dirinya bersama seorang anak laki-laki, di mana ia meminta si bocah untuk menghisap lidahnya.
Kejadian tersebut ramai, banyak yang merasa bahwa perilaku Dalai Lama itu tidak lazim, hingga ada yang menyebutnya sebagai pedofil.
Karena hal tersebut, Dalai Lama akhirnya meminta maaf kepada si bocah dan keluarganya, serta pada publik yang geram melihat peristiwa itu.
Dalam permintaan maafnya, Biksu berumur 87 tahun itu mengatakan bahwa ia memang kerap bercanda serta menggoda siapapun yang ia temui, dengan gaya yang polos dan lucu.
Lantas seperti apa sosok Dalai Lama? Sejak kapan ia menjadi pemimpin spiritual umat Buddha di Tibet?
Dalai Lama
Dalai Lama adalah seseorang yang dipercaya sebagai manifestasi Avalokiteshvara atau Chenrezig, Bodhisattva Welas Asih, dalam kepercayaan Buddhisme Tibet.
Tugas utamanya adalah memberikan manfaat untuk orang lain, seperti memberikan pelayanan, menyebarkan welas-asih, budi pekerti hingga menjaga kerukunan beragama.
Pertama kali ditemukan sebagai Dalai Lama
Lhamo Thondup adalah anak seorang petani biasa yang lahir di Taktser, Provinsi Amdo pada 6 Juli 1935. Ia merupakan anak ke-5 dari tujuh bersaudara, yang terlahir selamat.
Saat berusia dua tahun, Lhamo Thondup, ditemukan oleh regu pencari inkarnasi Dalai Lama ke-13 yang telah meninggal pada tahun 1933.
Regu pencari tersebut secara resmi diterjunkan pemerintah Tibet, usai Bupati mendapatkan penglihatan dan petunjuk.
Segala petunjuk yang ditemukan dari penglihatan sang Bupati, ternyata mengarah pada tempat tinggal orang tua Lhamo Thondup.
Seperti, melihat huruf Tibet Ah, Ka dan Ma, yang mana merujuk ke Amdo, Provinsi Timur Laut hingga gambar viara bertingkat tiga dan beratap kehijauan yang tak lain adalah Biara Kumbum.