SUARA BANDUNG – Setelah melewati masa kritis selama lima puluh hari karena Diffuse Axonal Injury (DAI), David Ozora menjadi seperti bayi usai dianiaya oleh Mario Dandy dan Shane Lukas.
“Yang dulu bisa berjalan, melompat, berlari, kini harus belajar berjalan lagi akibat cedera otak berat. Pun dengan ingatannya, kembali seperti bayi mulai dari nol,” ungkap Jonathan pada akun Twitter pribadinya pada (14/4/23).
Setelah dianiaya oleh Mario Dandy, David Ozora mengalami Diffuse Axonal Injury akibat cedera berat di bagian kepala.
Melansir dari situs Alodokter, Diffuse Axonal Injury terjadi ketika otak bergerak atau bergeser dengan cepat di dalam tengkorak akibat cedera atau benturan keras di kepala.
Diffuse Axonal Injury dapat menyebabkan kesulitan mengingat atau amnesia, kesadaran diri dan lingkungan berkurang, penurunan fungsi panca indra, kesulitan berbicara hingga kematian.
Penanganan Diffuse Axonal Injury berat seperti yang dialami David, membuatnya menjadi short term memory atau menyimpan sejumlah kecil ingatan dalam waktu singkat.
“Cedera otak itu nyata dimana saat ini david mengalami short term memory, memorinya masih lompat-lompat dan masih terus dilakukan terapi,” jelas Mellisa Anggraini pada akun Twitter pribadinya pada (13/4/23).
Untuk Diffuse Axonal Injury tingkatan berat, perawatan intensif sangat diperlukan. Butuh waktu yang lama untuk sadar dengan kesulitan mengingat atau kembali nol seperti bayi. (*)
Baca Juga: 3 Alasan Wajib Nonton Drama Korea It's Okay to Not Be Okay, Suguhkan Genre Tak Biasa!