SUARA BANDUNG— Hari raya Idul Fitri atau yang dikenal akrab hari Lebaran merupakan puncak kemenangan umat Muslim setelah satu bulan lamanya berpuasa.
Melampaui itu hari lebaran telah menjadi inspirasi bagi musisi seperti Ismail Marzuki menciptakan lirik-lirik kemenangan yang menceritakan lebaran.
Hal itu menandakan bahwa semangat lebaran telah menggerakkan Ismail Marzuki untuk berkarya melalui nada dan irama.
Kita ketahui bahwa lagu Ismail Marzuki yang menceritakan lebaran itu berjudul: ‘Selamat Hari Lebaran’.
Diciptakan pada tahun 1950-an dan diputar dalam setiap momentum-momentum lebaran. Hingga kini lagu Ismail Marzuki telah dinyanyikan oleh penyanyi ternama seperti, Gigi dan Gita Gutawa.
Berikut ini lirik lagu selamat hari lebaran karya Ismail Marzuki.
Setelah berpuasa satu bulan lamanya
Berzakat fitrah menurut perintah agama
Kini kita beridul fitri berbahagia
Mari kita berlebaran bersuka gembira
Berjabatan tangan sambil bermaaf-maafan
Hilang dendam habis marah di hari lebaran
Minal aidin wal faidzin
Maafkan lahir dan batin
Selamat para pemimpin
Rakyatnya makmur terjamin
Dari segala penjuru mengalir ke kota
Rakyat desa berpakaian baru serba indah
Setahun sekali naik terem listrik perey
Hilir mudik jalan kaki pincang sampai sore
Akibatnya tengteng selop sepatu terompe
Kakinya pada lecet babak belur berabe
Maafkan lahir dan batin,
'lang tahun hidup prihatin
Cari wang jangan bingungin,
'lah Syawal kita ngawinin
Cara orang kota berlebaran lain lagi
Kesempatan ini dipakai buat berjudi
Sehari semalam main ceki mabuk brandi
Pulang sempoyongan kalah main pukul istri
Akibatnya sang ketupat melayang ke mate
Si penjudi mateng biru dirangsang si istri
Maafkan lahir dan batin,
'lang taon hidup prihatin
Kondangan boleh kurangin,
Korupsi jangan kerjain
Lirik tersebut nampak memperlihatkan perbedaan merayakan orang kota dan desa pada tahun 1950-an. Pun sisi satire Ismail Marzuki dalam mengkritik kekuasaan pada saat itu sangat kuat.
Namun, apapun itu. Lagu ini cocok menemani hari lebaran anda (*)
Sumber: YouTube Video Sejarah