-
Serangan drone menghantam kapal tanker gas AS Energos Winter di Pelabuhan Damietta Mesir.
-
Ledakan kapal gas memicu kebakaran yang merembet ke kapal Gaslog Salem di sekitarnya.
-
Insiden di Laut Tengah ini memperluas eskalasi konflik militer antara AS dan Iran.
Suara.com - Serangan pesawat nirawak menghantam kapal tanker penyimpanan gas milik Amerika Serikat di Pelabuhan Damietta, Mesir, pada Rabu waktu Mesir. Kejadian di kawasan Laut Tengah ini memicu kekhawatiran baru atas meluasnya eskalasi konflik militer di kawasan Timur Tengah.
Perusahaan keamanan maritim asal Inggris, Ambrey, mengonfirmasi bahwa proyektil misterius menyasar bagian lambung kanan kapal penyimpanan gas Energos Winter. Dikutip dari Arabnews, ledakan awal tersebut memicu kobaran api besar yang dengan cepat merembet ke kapal tanker gas lain di sekitarnya, Gaslog Salem.
Kementerian Pemadam dan Keamanan Mesir merespons cepat insiden ini dengan menerjunkan tim darurat ke lokasi untuk mengisolasi titik api.
![Ilustrasi drone iran vs robot anjing polri [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/13/50585-ilustrasi-drone-iran-vs-robot-anjing-polri.jpg)
Perusahaan jasa pelabuhan Inchcape serta tiga sumber perdagangan maritim membenarkan adanya dua armada tanker yang terbakar hebat di lokasi.
Laporan firma risiko maritim Vanguard menyebutkan proyektil tak dikenal menghantam lambung kanan Energos Winter sebelum api berhasil dipadamkan.
Kementerian Minyak Mesir mengonfirmasi kejadian kebakaran armada regasifikasi tersebut, meski tidak secara eksplisit menyebutkan serangan pesawat nirawak sebagai pemicunya.
Pihak berwenang Mesir memastikan seluruh armada pemadam kebakaran bertindak cepat sesuai dengan tata cara tanggap darurat pelabuhan.
Menteri Minyak Mesir Karim Badawi langsung meninjau lokasi penanganan untuk memastikan proses pemadaman berjalan terkendali tanpa korban jiwa.
Insiden penembakan tanker gas ini terjadi berdekatan dengan aksi serangan rudal Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania.
Situasi makin memanas setelah Washington dan Arab Saudi melancarkan serangan balasan terhadap kelompok paramiliter dukungan Iran di wilayah Irak.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa dirinya telah menerima laporan rinci mengenai insiden penyerangan di Pelabuhan Damietta.
"Ini sedikit lagi dari hal yang sama. Tapi ini akan diselesaikan," ujar Donald Trump saat memberikan tanggapan resmi mengenai peristiwa tersebut.
Sementara itu, kelompok Houthi dari Yaman langsung mendeklarasikan blokade laut terhadap Arab Saudi sebagai respon atas eskalasi militer kawasan.
Hasil verifikasi data satelit dan pencocokan rekaman video Reuters mengonfirmasi identitas fisik kedua kapal yang terbakar di area pelabuhan.
Pemeriksaan data penjejak kapal memastikan armada yang terdampak adalah ENERGOS WINTER (IMO: 9256614) dan GASLOG SALEM (IMO: 9638915).
Armada Energos Winter merupakan unit penyimpanan dan regasifikasi terapung (FSRU) berkapasitas daya tampung mencapai 138.250 meter kubik gas.
Kepemilikan aset kapal berada di bawah perusahaan AS Energos Infrastructure, sedangkan pengelolaan teknis dan keselamatannya ditangani oleh Wilhelmsen Ship Management.
Otoritas Mesir menyatakan tim teknis masih terus bekerja di lapangan untuk memantau dampak lingkungan serta kerusakan material akibat ledakan.