SUARA BANDUNG - Hari ini, Kamis (20/4/2023) fenomena alam langka akan terjadi dan bisa disaksikan oleh penduduk dunia termasuk Indonesia. Fenomena tersebut adalah gerhana matahari hibrida.
Kebetulan, gerhana matahari hibrida kali ini bertepatan pada bulan Ramadhan. Puncak gerhana diperkirakan terjadi pada pukul 10.45 WIB untuk wilayah Bandung dan sekitarnya serta berlangsung kurang lebih selama 2 jam 41 menit.
Gerhana matahari hibrida adalah jenis gerhana matahari yang terjadi ketika bulan berada pada jarak yang cukup dekat dengan bumi sehingga tampak lebih besar dari matahari.
Ketika bulan melewati matahari, bulan akan menutupi sebagian matahari dan menyebabkan wilayah tertentu di bumi mengalami kegelapan parsial atau total.
Gerhana matahari hibrida disebut demikian karena gerhana ini bisa terlihat sebagai gerhana matahari total atau gerhana matahari cincin, tergantung dari lokasi pengamat.
Jika pengamat berada di zona gerhana matahari total, maka pengamat akan melihat matahari tertutup sepenuhnya oleh bulan, sehingga tampak seperti cincin api yang terang di sekeliling bulan.
Namun jika pengamat berada di zona gerhana matahari cincin, maka pengamat akan melihat bulan menutupi sebagian besar matahari, sehingga matahari tampak seperti cincin terang di sekitar bulan.
Gerhana matahari hibrida sangat langka terjadi, karena membutuhkan kondisi khusus seperti jarak bulan yang tepat dan posisi bumi yang tepat.
Namun apakah benar fenomena alam gerhana matahari hibrida ini ada hubungannya dengan tanda-tanda kiamat?
Baca Juga: Sambut Liburan, Ini Sederet Film Keluarga yang Cocok Kamu Tonton saat Lebaran
Buya Yahya menjelaskan dalam channel YouTube Buya Yahya (19/4/2023), menurut pendapatnya tanda-tanda kiamat suatu saat pasti datang. Namun kita tidak perlu menunggu kapan tanda-tanda kiamat itu muncul.
Ada pun dengan fenomena alam yang terjadi, Buya Yahya menekankan tidak perlu dikait-kaitkan, tidak perlu dihubung-hubungkan apalagi secara berlebihan, sebab tidak ada manfaatnya.
"isu-isu seperti itu ga perlu didenger, ga bener itu, ga ada manfaatnya untuk anda," katanya.
Buya Yahya berpesan, yang terpenting dan ada manfaatnya buat kita adalah tetaplah berbuat baik kepada sesama untuk bekal kita kelak. (*)
Sumber: gerhana.bmkg.go.id dan YouTube Buya Yahya