Mengerikannya Dampak Ancaman Peneliti BRIN Sebut Hahal Darah Warga Muhammadiyah, Reza Indragiri: Merekrut Calon Pelaku

Suara Bandung

Selasa, 25 April 2023 | 13:11 WIB
Mengerikannya Dampak Ancaman Peneliti BRIN Sebut Hahal Darah Warga Muhammadiyah, Reza Indragiri: Merekrut Calon Pelaku
Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri . (YouTube/metrotvnews)

SUARA BANDUNG - Mengerikannya dampak ancaman peneliti BRIN sebut hahal darah warga Muhammadiyah, Reza Indragiri: merekrut calon pelaku.

Kasus AP Hasanuddin di media sosial dengan menyatakan halal darah warga Muhammadiyah ternyata akan berdampak mengerikan.

Secara gamblang AP Hasanuddin mengatakan di media sosial yang akan membunuh warga Muhammadiyah hanya karena beda tanggal 1 Syawal.

Ancaman serius untuk warga Muhammadiyah itu melibatkan atasan AP Hasanuddin di BRIN, Thomas Djamaluddin.

Kemudian, Reza Indragiri Amriel langsung memberi pandangan atas ancaman AP Hasanuddin.

"Viral, seorang peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN AP Hasanuddin) ancam bunuh warga Muhammadiyah," kata Reza. 

"Mari menarik pelajaran dari situasi-situasi serupa di mancanegara," ujar Reza dalam keterangan tertulis pada Senin malam (24/4/2023).

Tentang ancaman AP Hasanuddi, anggota Pusat Kajian Assessment Pemasyarakatan, POLTEKIP itu memberikan contoh mengerikan.

Dimana ancaman serupa pernah terjadi dan menimbulkan banyak korban jiwa dan luka. 

baca juga

Hal itu kata Reze berdasar pada kasus pembunuhan di luar negeri yang berawal dari pesan melalui media sosial.

Reza menjelaskan tentang kasus Salvador Ramos di luar negeri yang menewaskan 19 murid dan dua guru.

"Sebelumnya Salvador Ramos mengirim pesan di akun Facebook-nya. Dia akan melakukan penembakan di sebuah SD," demikian kata Reza mencontohkan.

Kemudian ada kasus, dimana Travis McMichael meninggalkan jejak digital berupa pesan kebencian pada kelompok tertentu, sebelum akhirnya dia menembak orang dari kelompok sosial yang dibencinya.

"Tidak sebatas pembunuhan, Travis dikenai pasal kejahatan dengan latar kebencian (hate crime)," lanjut Reza.

Reza yang juga pakar psikologi forensik itu kemudian mengatakan, seandainya informasi tentang pesan maut Salvador Ramos dan Travis bisa dicegah polisi, mungkin pembunuhan sadis dan mengerikan tersebut tidak akan pernah terjadi.

Lantas dia menyebut, selain dua contoh lain, banyak kasus serupa yang awalnya viral di media sosial tentang ancaman, lalu benar-benar terjadi dilakukan.

Melalui stigma buruk terhadap individu maupun kelompok target, maka itu akan menjadi sebuah melegitimasi kekerasan, serta merekrut calon-calon pelaku.

Penyandang gelar MCrim dari University of Melbourne Australia itu lalu tegas mengatakan, polisi wajib mengambil langkah tegas.

Hal itu penting dilakukan untuk menginterupsi kekerasan di media sosial yang dapat bereskalasi menjadi kekerasan di dunia nyata. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Belum Mau Minta Maaf? Merasa di Lingkaran Kekuasaan hingga Mengaku Emosi, Andi Pangerang Hasanuddin Ciut Juga Terancam Penjara

Belum Mau Minta Maaf? Merasa di Lingkaran Kekuasaan hingga Mengaku Emosi, Andi Pangerang Hasanuddin Ciut Juga Terancam Penjara

Bandung | Selasa, 25 April 2023 | 10:40 WIB

PENJILAT? Anak Buah Megawati di BRIN Halalkan Darah Warga Muhammadiyah Gara-Gara Beda Tanggal Lebaran dengan Pemerintah

PENJILAT? Anak Buah Megawati di BRIN Halalkan Darah Warga Muhammadiyah Gara-Gara Beda Tanggal Lebaran dengan Pemerintah

Bandung | Selasa, 25 April 2023 | 10:15 WIB

4 Tips Aman dan Nyaman Lakukan Perjalanan Arus Balik Idul Fitri via Kereta Api

4 Tips Aman dan Nyaman Lakukan Perjalanan Arus Balik Idul Fitri via Kereta Api

Bandung | Senin, 24 April 2023 | 17:19 WIB

Bingung Libur Hari Raya Idul Fitri? Berikut Rekomendasi Tempat Wisata Asik di Bandung!

Bingung Libur Hari Raya Idul Fitri? Berikut Rekomendasi Tempat Wisata Asik di Bandung!

Bandung | Senin, 24 April 2023 | 11:12 WIB

Terkini

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:21 WIB

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:11 WIB

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:08 WIB

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:02 WIB

×