Suara Bandung - Penggunaan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai salah satu venue Piala Dunia U-17 2023 masih menuai polemik. Banyak pihak, termasuk Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, menilai JIS belum memenuhi standar FIFA.
Pada 4 Juli 2023, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menpora Dito Ariotedjo mengunjungi JIS untuk mengecek kelayakan dan kesiapannya. Dari pengecekan itu, Menteri PUPR menyimpulkan bahwa rumput JIS tidak sesuai standar FIFA dan akan diganti seluruhnya.
Pernyataan Menteri PUPR itu mengundang komentar negatif dari netizen. Pasalnya, JIS dibangun dengan melibatkan konsultan desain dan konstruksi Inggris, Buro Hapold yang berpengalaman mengerjakan sejumlah proyek besar seperti pembangunan Astana Arena di Kazakhstan, Aviva Stadium di Irlandia, London Olympic Stadium di Inggris, hingga Michelle and Barack Obama Sports Center di Amerika Serikat.
Akun Instagram @basuki_hadimuljono pun diserang netizen. Kebanyakan netizen beranggapan bahwa yang berhak menilai kualitas rumput JIS untuk digunakan Piala Dunia U-17 adalah perwakilan FIFA, bukan Menteri PUPR.
"Tiba-tiba jadi serasa tim assessor FIFA," kata @al*****i_.
"Yang kompeten di bidangnya, FIFA aja belum ngecek, eh Anda seperti paling ngerti masalah rumput dan memutuskan kalo gak layak," ujar @en*******ta.
"Setahu saya, yang menentukan rumput stadion standar atau tidak ya orang FIFA," kata @bi*******io.
"Pak, itu Piala Dunia U-17 sudah semakin dekat, malah mau ganti rumput. Apa cukup waktunya? Hadeuh, pak, pak, aneh-aneh aja," komentar @bu***********ke.*
Sumber: Instagram @basuki_hadimuljono
Baca Juga: Pusat Industri Digital 4.0 Kemenperin Dapat Dikunjungi Masyarakat