Subsidi BBM Hingga Rp 502 Triliun, Komisi VII DPR Usulkan Fatwa Haram Untuk Orang Kaya

bandungbarat

Jum'at, 26 Agustus 2022 | 00:46 WIB
Subsidi BBM Hingga Rp 502 Triliun, Komisi VII DPR Usulkan Fatwa Haram Untuk Orang Kaya
Menteri ESDM Tasrif Arifin (RAKER) Komisi VIII DPR RI ((SuaraJogja.id))

SuaraBandungBarat - Seusai wawancara di televisi Presiden Joko Widodo mengatakan jika negara telah mensubsidi kebutuhan masyarakat, termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga Rp 502 triliun.

Meski dinilai besar angka subsidi nya, Jokowi akui masih bisa diantisipasi walau(pun) hal tersebut membebani negara.

Pada saat sidang RAKER Komisi VII DPR RI bersama Menteri ESDM Arifin Tasrif dilaksanakan,  kini muncul desakan fatwa (haram) bagi orang yang mampu untuk membeli (BBM) bersubsidi.

Salah satu  Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai PDIP Willy M Yoseph mengatakan "JIka usulan tersebut penting dilakukan untuk merespons ancaman jebolnya kuota BBM bersubsidi pada tahun ini"  ucapanya

"Dibuatkan saja fatwa (haram) yang subsidi itu artinya nanti BBM subsidi ini diarahkan pada orang miskin atau orang tidak mampu" katanya. 

"Kalau pengawasan tetap jebol juga kita coba lagi dengan cara yang luar biasa ini" ucap M Yoseph 

"Saya sangat berharap anggaran subsidi yang sebesar Rp502 triliun pada tahun ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang tidak mampu"

Lalu usulan kader dari Partai Banteng itu diamini oleh Anggota Komisi VII DPR RI lainnya.

Anggota Komisi VII Fraksi Golkar Dr.Mukhtarudin mengatakan pemerintah dianggap tidak tegas dalam melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM, khususnya yang bersubsidi Pertalite dan Biosolar. 

"Pada tahun ini kuota untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite bakal melebihi kuota 23 juta kiloliter (KL)," kata dia.

"Pengawasan distribusinya yang saya lihat masih banyak bobol sana sini," jelasnya lagi. 

"Berdasarkan data, 80 persen penikmat subsidi masih orang kaya, sementara 20 persen sisanya orang miskin yang tidak mampu untuk menjangkau itu" imbuhnya

Sehingga kata dia, "soal regulasi dan pengawasan harus lebih ketat terkait distribusi BBM bersubsidi.

"Harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, supaya ancaman kuota BBM bersubsidi tidak jebol pada tahun ini," kata Muktharudin

Dia lantas meminta Menteri ESDM membentuk Satgas pengawasan dan distribusi BBM bersubsidi ini. 

"Sehingga penyalurannya menjadi lebih tepat sasaran dan Kita bentuk saja Satgas pengawasan Pak Menteri," tutupnya.


Sumber : Suara,com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anggota Komisi VII Usulkan Pemberian Label Fatwa Haram untuk Pembeli BBM Subsidi dari Kalangan Mampu

Anggota Komisi VII Usulkan Pemberian Label Fatwa Haram untuk Pembeli BBM Subsidi dari Kalangan Mampu

Depok | Rabu, 24 Agustus 2022 | 15:04 WIB

Kapolri Tegaskan Polri Solid Ungkap Kasus Kematian Brigadir J di Hadapan Komisi III DPR RI

Kapolri Tegaskan Polri Solid Ungkap Kasus Kematian Brigadir J di Hadapan Komisi III DPR RI

Cianjur | Rabu, 24 Agustus 2022 | 10:58 WIB

Soal Pertalite, DPR Minta Pertamina Berikan Penjelasan Terkait Stok dan Fakta Dilapangan

Soal Pertalite, DPR Minta Pertamina Berikan Penjelasan Terkait Stok dan Fakta Dilapangan

Depok | Selasa, 16 Agustus 2022 | 09:18 WIB

Terkini

Selat Hormuz Dibuka Jumat Besok Setelah Amerika Serikat dan Iran Damai

Selat Hormuz Dibuka Jumat Besok Setelah Amerika Serikat dan Iran Damai

News | Senin, 15 Juni 2026 | 10:56 WIB

Gubernur Khofifah Buka Jambore Perhutanan Sosial di Madiun: Dorong KUPS dan Penguatan Agroforestri

Gubernur Khofifah Buka Jambore Perhutanan Sosial di Madiun: Dorong KUPS dan Penguatan Agroforestri

Jatim | Senin, 15 Juni 2026 | 10:55 WIB

Jembatan Serayu Bakal Ditutup, Wakil Ketua DPRD Jateng Ingatkan Pentingnya Sosialisasi

Jembatan Serayu Bakal Ditutup, Wakil Ketua DPRD Jateng Ingatkan Pentingnya Sosialisasi

Jawa Tengah | Senin, 15 Juni 2026 | 10:50 WIB

Kisah Tragis Pekerja Dapur MBG di Makassar, Tewas di Tangan Suami

Kisah Tragis Pekerja Dapur MBG di Makassar, Tewas di Tangan Suami

Sulsel | Senin, 15 Juni 2026 | 10:50 WIB

16 Juni 2026 Libur Apa? Ini Panduan Cuti dari Pemerintah

16 Juni 2026 Libur Apa? Ini Panduan Cuti dari Pemerintah

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 10:48 WIB

Selamat Tinggal Ragnar Oratmangoen! Angkat Kaki dari Dender, Pulang ke Eredivisie?

Selamat Tinggal Ragnar Oratmangoen! Angkat Kaki dari Dender, Pulang ke Eredivisie?

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 10:48 WIB

Kini Nasabah Bisa Pilih 3 Produk Reksa Dana USD Batavia melalui BRImo

Kini Nasabah Bisa Pilih 3 Produk Reksa Dana USD Batavia melalui BRImo

Kaltim | Senin, 15 Juni 2026 | 10:47 WIB

Piala Dunia 2026: Alasan Yasin Ayari Tak Selebrasi Saat Cetak Gol di Laga Swedia Vs Tunisia

Piala Dunia 2026: Alasan Yasin Ayari Tak Selebrasi Saat Cetak Gol di Laga Swedia Vs Tunisia

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 10:46 WIB

Patakbanteng Buktikan Bahwa Pariwisata Berkelanjutan Tidak Harus Korbankan Desa: Bagaimana Caranya?

Patakbanteng Buktikan Bahwa Pariwisata Berkelanjutan Tidak Harus Korbankan Desa: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 10:46 WIB

BRI Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Perluas Investasi Nasabah

BRI Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Perluas Investasi Nasabah

Jatim | Senin, 15 Juni 2026 | 10:43 WIB