Ricky pun juga sempat bertanya ke Yosua tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Namun si Brigadir J mengaku tidak tahu alasan Kuat tiba-tiba marah kepadanya.
Kemudian, Ricky membujuk Yosua untuk bertemu dengan Putri Candrawathi karena diminta langsung.
Selang beberapa lama, Brigadir J akhirnya pun mau untuk bertemu Putri Candrawathi di kamar lantai 2.
"Sampai di kamar 2, Yosua duduk di bawah lantai dan Putri tiduran di kasur. Bripka Ricky menunggu di luar kamar.
Pembicaraan antara Yosua dan Putri Candrawathi tidak terdengar oleh Bripka Ricky," imbuh Erman.
Pertemuan Brigadir J serta Putri Candrawathi itu berlangsung selama kurang lebih 15 menit.
Setelah Yosua keluar dari kamar, Bripka RR juga sempat menanyakan kembali mengenai peristiwa yang terjadi.
Namun Brigadir J lagi-lagi tak memberikan penjelasan.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Pembayaran Rp709 Miliar Kepada Gubernur Sulsel
Seusai kejadian, Yosua kemudian tidur satu kamar bersama Bharada E. Sedangkan Ricky dan Kuat tidur di ruang tengah memakai kasur lipat.
Dsamping itu, keselamatan Om Kuat alias Kuat Ma'ruf pun tak terlepas dari peran Bharatu Prayogi.
Peran Bharatu Prayogi terungkap usai rekonstruksi pembunuhan Brigadir J pada Selasa, 30 Agustus 2022.
Bharatu Prayogi merupakan salah satu kedelapan ajudan Ferdy Sambo.
Bharatu Prayogi, senior dari Bharada E sebagai yang sama-sama bertugas sebagai ajudan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Sebelumnya, dikutip suara.com pada rekonstruksi tersebut akhirnya terungkap alat bukti yaitu dua belah pisau.