SuaraBandungBarat.id - Masih lekat dalam ingatan akan tragedi kemanusiaan di Kanjuruhan Malang Jawa Timur dengan korban meregang nyawa hingga ratusan orang jumlahnya.
Kini peristiwa dunia bertambah kepiluannya dengan aksi koboi yang dilakukan oleh seorang mantan perwira polisi di Thailand yang mengakibatkan 37 orang kehilangan nyawa.
Diketahui, petugas penyelamat menghitung peti mati yang membawa jenazah korban penembakan massal di kamar mayat rumah sakit di Udon Thani, Thailand, Kamis (6/10/2022).
Kasus penembakan massal tersebut terjadi di wilayah Provinsi Nong Bua Lamphu, Thailand, pada Kamis sore waktu setempat.
Peristiwa penembakan brutal itu terjadi di sebuah tempat penitipan anak prasekolah. Dilansir AFP, Biro Investigasi Pusat (CIB) Thailand mengatakan sejauh ini sedikitnya 37 orang tewas, termasuk diantaranya 23 anak-anak.
Setidaknya hingga kini, Polisi mengidentifikasi tersangka merupakan mantan perwira polisi bernama, Panya Kamrap (34 tahun) yang dipecat dari kepolisian awal tahun ini karena terlibat narkoba.
Selanjutnya, pihak berwenang Thailand melaporkan pelaku sempat pulang ke rumah setelah beraksi di tempat penitipan anak, kemudian membunuh anak dan istrinya dan melakukan aksi bunuh diri.
Hingga saat ini, pihak berwenang Thailand belum mengetahui motif penembakan. Peristiwa ini pun menjadi salah satu pembunuhan massal paling mematikan yang pernah terjadi di Thailand. [Manan VATSYAYANA / AFP] [Suara.com/Alfian Winanto]
Sumber : Suara.com
Baca Juga: Sriwijaya Bantah Telantarkan 82 Penumpang di Pontianak: Kita Membriefing