Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan di balik kegigihannya mencalonkan diri sebagai presiden meski harus menelan kekalahan dalam empat kontestasi politik.
Dalam sambutannya pada Munas XVIII HIPMI, Prabowo mengatakan keinginannya memimpin Indonesia bukan sekadar mengejar jabatan, melainkan karena sejak era 1990-an ia merasa Indonesia sedang bergerak ke arah yang keliru.
Prabowo menceritakan bahwa dirinya telah berupaya menjadi presiden sejak Konvensi Partai Golkar 2004 dan terus mengikuti berbagai pemilihan hingga akhirnya meraih kemenangan pada Pilpres 2024.
Ia mengaku banyak pihak mempertanyakan mengapa dirinya tetap maju meski berkali-kali gagal. Namun, menurutnya, tekad tersebut lahir dari keyakinan bahwa Indonesia membutuhkan perubahan arah demi mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menegaskan bahwa rakyat Indonesia memahami pentingnya persatuan, kerja sama, dan semangat gotong royong untuk membangun bangsa.
Ia menilai keberhasilan suatu negara tidak dapat dicapai melalui pertentangan, melainkan melalui kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam memperjuangkan kepentingan nasional.
Selengkapnya dalam video ini.
Creative/Video Editor: Tikha/Vanya