Video Detik-Detik Ledakan Saat Peringatan Bom Bali di Kuta 2022, Bikin Warga Australia Marah: Mengoyak Hati Kami Melihat Semuanya Lagi

bandungbarat

Senin, 17 Oktober 2022 | 07:42 WIB
Video Detik-Detik Ledakan Saat Peringatan Bom Bali di Kuta 2022, Bikin Warga Australia Marah: Mengoyak Hati Kami Melihat Semuanya Lagi
Monumen Bom Bali. Warga Australia yang sedang ada di kawasan Kuta sampai marah lantaran kembali melihat kekejaman teroris yang menghancurkan tempat hiburan malam beberapa tahun silam lalu. (bali.suara.com)

SuaraBandungBarat.id - Tidak ada yang menyangka jika acara peringatan bom Bali di Kuta, Bali pada Rabu malam (12/10/2022) viral.

Warga Australia yang sedang ada di kawasan Kuta sampai marah lantaran kembali melihat kekejaman teroris yang menghancurkan tempat hiburan malam beberapa tahun silam lalu.

Biasanya, upcara peringatan Bom Bali dikemas dengan acara syahdu dan penuh cita di antara sesama keluarga korban.

Akan tetapi, kali ini pengemasan acara peringatan Bom Bali sangat berbeda, bahkan dinilai kembali membuka luka lama yang sakit dan mengoyak hati.

Saat menghadiri upacara peringatan bom Bali di Kuta, sejumlah keluarga korban Australia dan teman-teman korban bom Bali marah.

Mereka tidak menyangka melihat peristiwa kelam tersebut dalam sebuat acara pemutaran video yang menayangkan detik-detik bom meledak di Sari Club.

Di sana terdapat ratusan orang berkumpul. Mereka datang ke lokasi ledakan di Kuta untuk memperingati 20 tahun serangan teroris yang menewaskan 202 orang tersebut.

Namun, banyak dari mereka yang hadir malah kaget dengan pemutaran video yang disiapkan Polri dan pemerintah Indonesia.

Salah satu video yang menganggu warga Australia adalah tayangan saat Sari Club meledak karena serangan bom. [ABC News]
Salah satu video yang menganggu warga Australia adalah tayangan saat Sari Club meledak karena serangan bom. (sumber: ABC News)

Ketika itu pemutaran video mengerikan itu diputar pada pukul 23.05, tepat ketika bom meledak. 

Video diputar di layar besar di depan tempat yang dulunya Sari Club, benar-benar dirasa membuka luka lama yang seakan diingatkan kembali.

Tayangan video yang sangat memilukan dan memperdengarkan suara teriakan para korban saat tempat itu meledak.

"Mereka (otoritas setempat) memasang video pengeboman, pembantaian, mengoyak hati kami yang melihat semuanya lagi," kata Jeff Marshall, yang kehilangan ayahnya dalam serangan bom di Sari Club.

Dalam pemutaran video tersebut, Jeff mengaku sangat kecewa. Dia sebagai keluarga korban malah tidak diizinkan masuk tempat bekas Sari Club hanya untuk sekadar menyalakan lilin.

Padahal di tahun-tahun sebelumnya, semua keluarga korban diizinkan masuk untuk mengenang kejadian mematikan tersebut.

"Kami tidak diperbolehkan masuk ke [bekas] Sari Club dan menyalakan lilin seperti sebelumnya untuk memberi penghormatan," katanya.

"Kami bahkan tidak bisa pergi ke tugu peringatan sekarang," katanya.

Dia pun mempertanyakan, polisi dan perwira militer Indonesia malah diizinkan masuk ke situs peringatan untuk meletakkan karangan bunga.

Dalam pemutaran video tersebut, pemerintah Australia mengatakan tidak terlibat.

Bahkan secara resmi pemerintah Australia akan menyampaikan kemarahan warganya kepada pihak berwenang Indonesia.

"Kami sangat kecewa dengan keputusan yang dibuat oleh penyelenggara," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Australia

"Kami memahami kesulitan yang ditimbulkan dan siap menawarkan bantuan kepada setiap warga Australia yang mungkin membutuhkannya."

Umar Patek ikut muncul dalam video

Kemudian, dalam video lain mereka juga melihat tayangan Umar Patek.

Dia adalah pembuat bom dalam serangan Bom Bali. Umar Patek terlihat mengibarkan bendera Indonesia.

Rupanya kemunculan Umar Patek dalam video diprotes keras Jan Laczynski.

Dia yang kehilangan lima temannya dalam serangan bom, langsung terkejut melihatnya.

"Seharunya fokusnya pada 88 orang Australia, 202 [korban] ... tidak difokuskan pada monster-monster ini, para teroris ini."

Saat ini dikabarkan jika Umar Patek sedang menunggu pembebasan bersyarat dari penjara setelah menjalani setengah dari hukuman 20 tahun. (*)

Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi dari laporan ABC News telah tayang di suara.com berjudul: Warga Australia Geram Melihat Video Detik-Detik Ledakan Saat Peringatan Bom Bali di Kuta

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tegar, Jadi Pembuka BaliMakrya Film Festival Internasional  2022

Tegar, Jadi Pembuka BaliMakrya Film Festival Internasional 2022

| Minggu, 16 Oktober 2022 | 18:17 WIB

Kisah Sedih Anak Bawa Ibu Sakit Parah Pakai Motor Cari Rumah Sakit di Bali, Kaki Terseret di Aspal

Kisah Sedih Anak Bawa Ibu Sakit Parah Pakai Motor Cari Rumah Sakit di Bali, Kaki Terseret di Aspal

Bali | Minggu, 16 Oktober 2022 | 16:42 WIB

AJIGelar Pelatihan Kesetaraan Gender dan Keselamatan Kerja untuk Jurnalis di Bali

AJIGelar Pelatihan Kesetaraan Gender dan Keselamatan Kerja untuk Jurnalis di Bali

| Minggu, 16 Oktober 2022 | 16:33 WIB

Festival Jatiluwih Cultural Week Diharapkan Dongkrak Kunjungan Wisatawan Bali

Festival Jatiluwih Cultural Week Diharapkan Dongkrak Kunjungan Wisatawan Bali

Bali | Minggu, 16 Oktober 2022 | 15:33 WIB

Terkini

Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus

Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus

Jakarta | Senin, 01 Juni 2026 | 00:00 WIB

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?

Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?

Jakarta | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:45 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang

Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang

Kalbar | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:28 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin

ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin

Bogor | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:23 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB