SuaraBandungBarat- Berhubungan Intim memiliki nilai ibadah yang mempunyai tujuan baik, maka pelaksanaannya pun harus sesuai adab sesuai syariat Islam. Berhubungan seksual antara suami istri merupakan urusan kehidupan yang sangat penting, termasuk posisi berhubungan badan yang dilarang Islam.
Posisi berhubungan intim yang dilarang adalah melalui dubur atau anus, larangan ini bahkan dijelaskan dalam beberapa hadits salah satunya hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda " Terkutuklah orang yang menyetubuhi istri mereka melalui duburnya. " (HR. Abu Dawud dan an-Nasai).
Larangan serupa juga tercantum dalam hadits yang lainnya, Rasulullah SAW bersabda " Allah tidak berkenan melihat laki-laki yang mendatangi (bersetubuh) kepada istrinya atau kepada laki-laki lain melalui dubur " (HR. at-Tirmidzi).
Islam juga melarang berhubungan intim dengan posisi meringkuk, bahwa suami jangan bersetubuh dengan posisi istri meringkunk. Alasannya posisi ini akan menyusahkan posisi istri, bukan hanya posisi meringkung bersenggama dengan posisi miring dilarang dengan alasan bahwa posisi tidur miring dapat menyebabkan sakit pada lambung.
Seperti yang telah ditegaskan bahwa suami dalam rumah tangga adalah seorang pemimpin, maka dalam urusan seksual pun Islam memperhatikan posisi suami dan istri.
Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah menerangkan bahwa posisi hubungan suami istri dalam Islam yang paling baik adalah saat suami berada di atas istri, posisi dimana suami di atas istri menunjukan kepemimpinan suami terhadap istrinya. Hal ini sebagaimana firman Allah " Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan " (QS. An-Nisa : 34).
Bersenggama dengan posisi suami di bawah ternyata termasuk yang dilarang dalam Islam, selain alasan kepemimpinan larangan berhubungan intim posisi istri di atas suami atau dengan istilah Women on Top dapat menyebabkan luka pada saluran kencing suami.
Larangan berhubungan badan posisi suami berada di bawah, tidak berarti posisi berdiri dibenarkan. Islam sangat melarang hubungan intim dengan berdiri, Syekh Muhammad Althohani bin Madani menulis bahwa bersenggama dengan cara berdiri sebaiknya tidak dilakukan, sebab posisi tersebut dapat mengakibatkan lemah ginjal, sakit perut dan lemah persendian. (*)
Sumber : Youtube Islam Populer