suarabandungbarat.id – Atlet pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Syabda Perkasa Belawa, meninggal dunia pada akibat kecelakaan mobil. Peristiwa itu terjadi pada Senin, (20/03/2023).
Syabda Perkasa Belawa, atlet Indonesia yang berusia 21 tahun. Ia juga merupakan seorang pebulutangkis muda harapan Indonesia di masa depan.
Semasa hidupnya, diketahui bahwa Syabda Perkasa Belawa telah mencatat berbagai prestasi yang berhasil diraihnya. Mulai dari level junior hingga senior.
Kabar meninggalnya sang atlet pebulutangkis kebanggan Indonesia, Syabda Perkasa Belawa menjadi duka bagi dunia bulutangkis tanah air.
Berikut enam fakta tentang kecelakaan yang dialami Syabda Perkasa Belawa yang dikutip dari akun youtube Info Info Kece.
1. Perjalanan bersama Keluarga
Kecelakaan mobil yang dialami Syabda Perkasa Belawa terjadi di Tol Pemalang, Jawa Tengah pada Senin, (20/03/2023) dini hari Waktu Indonesia Barat. Saat itu, Syabda sedang dalam perjalanan bersama keluarga yang terdiri dari kakak, adik, ayah, dan ibunya.
Mereka menggunakan mobil Camry, bernomor polisi B 1824 KBN. Syabda dan keluarga bermaksud berangkat ke Sragen untuk berziarah karena neneknya baru saja meninggal dunia.
2. Mobil Korban Menabrak Truk
Baca Juga: Tukang Sapu Temukan Wanita Berinisial RN Tewas Mengambang di Danau Perumahan Citra 8 Kalideres
Mobil Camry yang ditumpangi rombongan keluarga Syabda mengalami kecelakaan di Jalan Tol KM 315 +200a, Desa Petanjungan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 03.40 dini hari Waktu Indonesia Barat.
Mobil tersebut menabrak truk diesel bernomor polisi AG 8711 V yang melau searah di depannya. Saksi di lokasi kejadian, menyebut mobil Toyota Camry yang ditumpangi Syabda dan rombongan melaju menggunakan kecepatan di atas rata-rata.
Sopir diduga dalam kondisi mengantuk sehingga menabrak truk yang melaju di depannya.
3. Korban Sempat Dirawat di Rumah Sakit
Polisi sempat mengevakuasi lima orang korban kecelakaan. Korban berinisial M(49), AS (48), DA (25), TB (11), dan Syabda ke Rumah Sakit di Pemalang.
Perawatan medis terhadap korban dilakukan di Rumah Sakit. Akan tetapi, nyawa Syabda Perkasa Belawa tidak tertolong.