SUARABANDUNGBARAT - Bagaimana Cara Menentukan 1 Syawal? Ternyata Ada 5 Metode Loh, Sudah Tahu Belum?.
Menurut buku karya Muh. Hadi Bashori yang berjudul 'Penanggalan Islam' yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada 2013, ada 5 cara untuk menentukan awal bulan dalam kalender Islam.
Metode pertama adalah hisab atau perhitungan, yang digunakan oleh organisasi keagamaan Muhammadiyah.
Metode ini didasarkan pada perhitungan bulan atau hari dan lebih mudah karena tidak memerlukan pengamatan air laut atau bentuk bulan di langit.
Metode kedua adalah mengamati bulan sabit, yang dilakukan oleh pihak pemerintah dan organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU).
Ini melibatkan pengamatan atau observasi hilal, yaitu bulan sabit di kaki langit yang tampak pertama kali setelah ijtima pada waktu ghurub atau matahari terbenam menjelang pergantian bulan.
Jika hilal terlihat, maka pada magrib hari itu sudah masuk pada bulan berikutnya, tetapi jika tidak terlihat, puasa dimulai lusa.
Metode ketiga adalah hisab imkan rukyat, yang merupakan jalan tengah antara perhitungan dan pengamatan hilal.
Metode keempat adalah melihat pasang surut air laut, yaitu dengan melihat fenomena pasang surut air laut untuk menentukan awal bulan qamariyah, termasuk awal bulan Ramadhan.
Metode kelima adalah perhitungan Jawa, juga dikenal dengan istilah hisab aboge, yang merupakan sistem perhitungan pertama kali yang digunakan di Indonesia karena upaya interelasi agama Islam dengan budaya Jawa.
Metode ini masih digunakan oleh mayoritas penganut kalender Jawa Islam (kejawen) dan sering kali menyebabkan perbedaan dalam penetapan awal bulan Ramadhan.
Sumber: Suara.com