Tak ada yang lain selain dirimu
Yang selalu kupuja
Wo uh wo
Ku sebut namamu
DI setiap hembusan nafasku
Kusebut namamu
Kusebut namamu
Tak ada yang lain selain dirimu
Yang selalu kupuja
Wo uh wo
Ku sebut namamu
DI setiap hembusan nafasku
Kusebut namamu
Kusebut namamu
2. Kepada Noor - Panji Sakti
Lagu yang sempat viral belakangan ini mempunyai makna penuh cinta yang mendalam. Lagu ini ditulis sebagai ungkapan cinta Syarip Hidayat kepada istrinya Siti Nurbaya.
Namun, kandungan lirik yang terkandung di dalamnya juga banyak dikaitkan dengan sufisme karena begitu filosofis dan menyentuh.
Berikut adalah lirik lagu Kepada Noor :
Seperti butung yang sedang membuat sarang
Daro rumput dan ilalang
Di wajah-Mu kusematkan
Rindu adalah perjalanan mengurai waktu
Menjelma pertemuan demi pertemuan
Catatannya tertulis di langit malam
Di telaga dan di ujung daun itu
Rindu mengekal menyebut nama-Mu
berulang-ulang
Rindu mengekal menyebut nama-Mu
berulang-ulang
Rindu mengekal menyebut nama-Mu
Seperti burung yang sedang membuat sarang
Dari rumput dan ilalang
Kususri setiap keindahan
Di wajah-Mu kusematkan
Uu-uu-uuu
Rindu adalah perjalanan mengurai waktu
Menjelma pertemuan demi pertemuan
Catatannya tertulis di langit malam
Di telaga dan di ujung daun itu
RIndu mengekal menyebut nama-Mu
berulang-ulang
Rindu mengekal menyebut nama-Mu
berulang-ulang
Rindu mengekal menyebut nama-Mu
berulang-ulang
Rindu mengekal menyebut nama-Mu
berulang-ulang
Berulang-ulang
Berulang-ulang
Berulang-ulang
Berulang-ulang
Berulang-ulang
Rindu mengekal menyebut nama-Mu.
Lagu yang dinyanyikan Iwan Fals ini wajib masuk playlist mu untuk didengarkan saat menikmati sepi dan sendiri.
Alunan gitar dan suara Iwan Fals menciptakan harmoni tentang kehidupan.
Berikut adalah liriknya :
Pun
Aku adalah kesadaran yang berkelindan
Dengan kesadaran-kesadaran yang lain
Beresonansi menciptakan gelombang-gelombang
Yang menghidupkan hidup
Aku adalah masa sekarang
Yang membiarkan masa lalu mengkristal
Menjadi sekarung ingatan
Dan merindu masa yang akan datang
Dengan sejuta misterinya
Aku adalah engkau
Yang terduduk dalam segala penantian
Yang riuh dalam sunyi
Yang sendiri di keramaian
Aku adalah yang kau butuhkan
Seperti aku membutuhkanmu
Dan menjadi esa
Menahbiskan bahwa keakuan sejatinya
Adalah jamak yang tunggal
Aku adalah kau yang dilumat waktu
Yang bergerak lurus ke depan
Waktu yang tak mengenal apa dan siapa
Yang lambat maka ia tertinggal
Yang bergegas maka ia berpaut
Namun tak penting
Apakah aku tertinggal atau berpaut
Yang terpenting ialah
Kita yang senantiasa memaknai
Setiap derap langkah waktu yang teratur
Melintas menuju khitahnya
Aku adalah kau
Yang sejatinya tunduk pada harmoni
Mengakui bahwa perbedaan
Adalah sebuah keindahan yang luhur
Aku adalah kau
Yang merupakan satu dari jutaan benih lainnya
Yang disemai di hamparan semesta raya
Tumbuh menjadi wakil-wakil keagungan Illahi
Yang mengasihi dan menyayangi
Aku adalah kau
Yang mula dengan lahir
Yang usai dengan mati
Kau
Pun aku
Mm-mm, mm
Mm-hm, mm
Demikianlah tiga rekomendasi lagu tentang sufisme yang dapat nikmati menemani aktifitas keseharianmu. (*)