SUARA BANDUNG BARAT - Berbicara tentang wajar atau tidak wajar melakukan masturbasi. Menurut dr. Haekal Anshari sendiri hal tersebut wajar saja karena lahir dan didorong oleh hasrat dan gairah seksual seorang manusia.
Secara naluriah seorang manusia, hal tersebut merupakan suatu hal wajar. Hasrat tersebut muncul karena dipicu oleh hormon seksual, rangsangan seksual yang diterima dan pengalaman seksual sebelumnya.
Bagi yang sudah memiliki pasangan, rangsangan hasrat tersebut akan disalurkan pada pasangannya. Tetapi, bagi mereka yang belum berpasangan amat sulit untuk dapat menyalurkannya, sebabnya munculah apa yang kemudian disebut sebagai masturbasi.
Aktifitas masturbasi umumnya dilakukan sendiri dan masih dianggap tabu dalam masyarakat kita. Meskipun begitu, ternyata aktifitas ini sering dilakukan baik oleh laki-laki maupun perempuan.
Haekal Anshari memaparkan bahwa frekuensi masturbasi yang dilakukan oleh pria lebih banyak ketimbang yang dilakukan perempuan.
Umumnya, laki-laki di bawah umur 40 tahun melakukan masturbasi 2-3 kali lebih banyak ketimbang perempuan. Lantas, berapa kali masturbasi yang sehat?
Dokter estetik itu kemudian menerangkan bahwa tidak ada patokan frekuensi yang sehat atau wajar. Menurutnya, untuk menentukan wajar atau tidak hal itu dihitung dari seberapa banyak aktifitas seksual tersebut memengaruhi hidupnya.
Jika sudah tidak mampu lagi berkosentrasi karena belum melakukan aktifitas olahraga jari tersebut, maka hal tersebut adalah salah satu bentuk kecanduan. Dan ketika Anda mengalami hal tersebut diharuskan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter. (*)