Suara Bandung Barat - Simak mindset dan perilaku seperti inilah yang kerap membuat generasi muda tidak sehat secara mental.
Tidak banyak disadari bahwa pola pikir atau mindset berpengaruh begitu besar bagi kehidupan seseorang.
Dalam sebuah riset dijelaskan bahwa hampir setengah perilaku manusia ditentukan oleh alam pikirannya.
Bahkan, dalam filsafat dijelaskan tentang 'aku berpikir maka aku ada'.
Artinya, keberadaan manusia ditentukan oleh pikirannya.
Namun, hal-hal di bawah ini dinilai akan merusak pola pikir manusia yang berdampak pada bagaimana ia menjalani hidupnya.
Pertama, berpikir secara hitam putih. Contohnya, jika aku tidak mendapat nilai A, maka aku bodoh dan payah.
Atau berpikir bahwa hidupnya susah dan tidak pernah bahagia.
Kedua, pemikiran langsung menuduh dengan sentimen atau dalam bahasa teorinya disebut jumping to conclusion.
Baca Juga: 3 Tips sebelum Membeli Helm untuk Anak, Ikuti Aturan Standar
Seperti, kamu tidak diajak nongkrong oleh sahabat-sahabatmu terus berpikir bahwa kamu bukan lagi circlenya.
Ketiga, Should-Must atau seharusnya. Pola pikir seperti ini misalnya: Di saat umur udah segini, harusnya udah punya gaji dua digit dan lain sebagainya.
Keempat, adalah labeling atau malebelkan sesuatu karena kurang mempunyai kemampuan atau karena karakter.
Seperti, kamu introvert maka seharusnya itu tidak mewajibkan kamu untuk fasih dalam public speaking.
Pikiran seperti itulah yang salah dan tidak akan membuat kehidupan kita menjadi lebih baik.
Pola pikir sejatinya berpengaruh begitu besar dalam membentuk karakter dan tujuan hidup manusia.
Oleh karenanya, memiliki pola pikir yang baik berpeluang besar menciptakan kehidupan untukmu yang lebih baik. (*)