Kantor Polsek Astana Anyar pagi ini digegerkan dengan ledakan bom bunuh diri.
Ledakan diduga bom bunuh diri tersebut terdengar hingga kawasan Ciateul.
Mengutip Telisik.id -- jaringan Suara.com, sebuah video dan foto yang beredar di media sosial menggambarkan situasi di sekitaran Polsek Astana Anyar juga beredar di WhatsApp.
Nampak kepanikan warga setelah mendengar adanya ledakan keras di Polsek Astana Anyar. Dari video tersebut nampak puing dari sisa ledakan masih membekas di tempat kejadian.
Peristiwa terjadi pukul 08.00 WIB. Pelaku diketahui seorang pria dan tewas di lokasi. Kondisi polsek rusak di bagian depan.
Dari kejadian tersebut seorang polisi mengalami luka akibat ledakan bom ini. Belum diketahui secara lengkap kronologis bom bunuh diri ini.
Tampak seorang pria memakai topi dengan lengan di tato berusaha menyelamatkan polisi yang terluka. Bersama warga lain mengamankan polisi tersebut menjauh dari lokasi ledakan.
Anggota Komisi III DPR Santoso mewanti-wanti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT agar tidak berorientasi terhadap penyerapan anggaran dalam program deradikalisaai.
Sansoto berpesan supaya BNPT benar-benar dapat menjalankan program deradikalisasi untuk membentuk karakter bangsa yang toleran, menerima dan menghormati perbedaan.
"Program deradikalisasi yang dilakukan oleh BNPT jangan hanya berorientasi pada penyerapan anggaran! Tapi benar-benar membentuk sikap toleran antaranak bangsa atas adanya perbedaan dan pandangan politik," tutur Santoso.
Adapun wanti-wanri itu ia sampaikan kepada BNPT menyusul kejadian bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar.