bestie

Isu Anies Baswedan Bukan Berdarah Asli Indonesia Ramai, Aktivis Ini Membela

Suara Bestie Suara.Com
Senin, 26 Desember 2022 | 21:30 WIB
Isu Anies Baswedan Bukan Berdarah Asli Indonesia Ramai, Aktivis Ini Membela
Anies Baswedan. [Istimewa] (ANTARA/Annisa Firdausi)

Isu miring soal Anies Baswedan yang punya keturunan darah Arab-Yaman memang tengah menyeruak. Ia yang bertekad maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 itu memang sering dikaitkan dengan isu tersebut.

Namun, ada sosok yang membela Anies. Yah, ia adalah Aktivis dan Advokat Senior bernama Eggi Sudjana. Ia mengatakan, tudingan soal Anies yang bukan orang berdarah asli Indonesia itu tak benar alias hoaks.

“Tanggal 9 Agustus 45 itu BPUPKI yang sudah merumuskan, Soekarno yang ngomong. Bagaimana masa orang PDIP nggak ngerti omongan Soekarno. Anies sudah bangsa Indonesia," jelasnya dikutip Senin, (26/12/2022), dari WartaEkonomi.co.id--Jaringan Suara.com.

Ia mengungkapkan, bangsa Arab di Indonesia sudah melebur. Hal itu ia kaitkan dengan kakek dari Anies.

Fakta itu ia sampaikan di hadapan Politisi PDI-Perjuangan Aria Bima. Saat itu ia berada di dalam diskusi yang sama.

“Soal Anies, sejak tanggal 9 Agustus 1945, BPUPKI telah merumuskan lewat Partai Arab dulu kakeknya beliau (Anies) AR Baswedan sudah melebur bangsa Arab jadi bangsa Indonesia," katanya.

Namun baginya, hal sama tak berlaku bagi bangsa Tionghoa. Di mana katanya, masyarakat dengan turunan darah itu memiliki nama yang dobel.

"Beda dengan bangsa Tionghoa, dia enggak bisa jadi bangsa Indonesia. Makanya orang Tionghoa double namanya. Ahok ada Basuki, Sudono Salim ada Limsiliom," tuturnya.

"Ini soal Anies. Anies itu sudah bangsa Indonesia, jangan disinggung orang Arab lagi," sambungnya.

Baca Juga: Kader Partainya Lebih Pilih Ganjar Jadi Capres, Politisi Golkar: Kalau Nggak Ada Dukungan Partai, Gimana?

 “Intinya bhawa pilitik identitas yang berdamapak pada diskirminasi dan polarisasi itu tepat apa yang diomongkan Presiden Jokowi,” timpal Aria Bima saat beradu argumen dengan Eggi.

Untuk diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah menyinggung terkait politik identitas. Menurutnya, politik itu sangat berbahaya.

Sebab, isu SARA di media sosial (Medsos) jelang pemilu atau masa kampanye kerap kali menjadi pemantik perpecahan.

"Hati-hati kita ini beragam, agama, suku, ras, beragam. Jadi hati-hati, kalau ada percikan kecil mengenai ini, segera diperingatkan, enggak usah ragu-ragu, segera peringatkan, panggil, pasti grogi," kata Jokowi beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI