Pemuka agama Kristen di Papua memberikan nama Yohanes kepada Anies Baswedan. Calon Presiden (Capres) usungan Partai NasDem itu lantas mendapatkan komentar dari Pegiat Media Sosial (Medsos) Ade Armando.
Ade Armando mengatakan secara frontal, pemberian nama tersebut memiliki maksud dan tujuan tertentu untuk mantan Gubernur Jakarta Pusat itu.
Ia menuding, Anies mendapatkan nama itu untuk menghilangkan 'Bapak Politik Identitas' yang sering disebut-sebut ke Anies.
Katanya, nama Yohanes punya makna penting. Yakni, sosok suci sahabat pemberi saksi rasul serta penulis salah satu Injil.
"Jadi, mengapa Anies menjadi dianggap layak untuk disejajarkan dengan Yohanes yang luar biasa itu, saya yakin ini ada kaitannya dengan upaya Anies menghilangkan tuduhan pada dirinya bahwa dia adalah Bapak Politik Identitas," ujarnya, dikutip Minggu (01/01/2023).
Ia menilai, tim Anies terkesan tak ingin menggarap suara umat Islam. Tim Anies dilihat olehnya jauh serius merapat ke umat Kristen.
"Dia tidak perlu melakukannya sendiri, pemilik Islam sudah digarap oleh [Habib] Rizieq Shihab, Abdul Somad, para habaib, dan jaringan organisasi majelis taklim masjid lainnya. Yang kini harus dilakukannya adalah mengambil hati umat Kristen," paparnya.
Ia juga menilai pemberian nama Yohanes sebagai bentuk rangkaian kampanye Anies. Di mana Anies dianggap bisa mengambil hati umat Kristen lalu menyebar berita bohong atau hoaks.
Ia menganggap, ide itu pernah dilakukan Anies beberapa waktu lalu. Kemudian, Ade Armando memberikan contoh soal berita bohong tersebut.
Yakni, soal Uskup Katolik se-Jabodetabek yang katanya mendeklarasikan diri dukung Anies. Tak cuma itu, seringnya video pengakuan dari beberapa pendeta seolah menepis tanggapan soal Anies yang intoleran dan memuji sosok politisi NasDem itu.
"Itu semua adalah cara kubu Anies berusaha mendekati umat Kristen. Jadi, sangat mungkin pemberian nama Yohanes ini juga ada dalam rangkaian kampanye yang sama," lugasnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.