Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi menyampaikan pidato di acara ‘Tasyakuran atas Lolosnya Partai Ummat sebagai Peserta Pemilu 2024’ di Asrama Haji, Jakarta Timur pada Minggu (1/1/2022).
Dalam kesempatan tersebut, Ridho menyentil masalah pemilihan calon Presiden pada pilpres 2024 mendatang.
Ia mengatakan belum memutuskan siapa yang akan didukung sebagai Calon Presiden (Capres) untuk Pilpres 2024 mendatang. Ia akan mengikuti keputusan dari Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais. Pihaknya tak ingin mendeklarasi terlalu dini.
"Sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Amien Rais kemarin, too early to tell, terlalu pagi, terlalu dini untuk mengatakan siapa yang kita dukung. Mari seluruh kader Partai Ummat, kita ajak segenap masyarakat Indonesia untuk lebih mendiskusikan terlebih dahulu, kriteria-kriteria capres ketimbang nama-namanya," tuturnya.
Ridho juga memberikan contoh pemilihan Capres seperti pilot dan masinis yang disesuaikan dengan kemampuan tertentu.
"Tentu untuk menerbangkan pesawat kita perlu pilot dengan kriteria kemampuan pilot. Untuk menjalankan kereta api, kita perlu masinis dengan kriteria kemampuan tertentu," ucapnya.
Ia juga menyampaikan jika salah dalam memilih pemimpin yang tidak sesuai akan merugikan masyarakat. Jangan hanya mengandalkan popularitas saja, namun juga dilihat dari kriteria-kiterianya.
"Bayangkan jika kita memilih Presiden hanya karena popularitas yang bisa diatur melalui survei, tanpa mempertimbangkan kriteria, kita khawatir jangan-jangan kita nanti memilih masinis untuk menerbangkan pesawat," tambahnya.
Untuk kriteria yang dimaksud, ia menegaskan untuk memilih pemimpin yang mengetahui kebutuhan bangsa Indonesia.
Baca Juga: Empat Sekolah Dasar di Kudus Terendam Banjir