Sosok perempuan paruh baya bernama Eny belakangan ini viral di media sosial. Ia harus menghabiskan waktunya bertahun-tahun hidup di sebuah rumah elit di Jakarta Timur tanpa dialiri listrik.
Rupanya Ibu Eny ini alami depresi sejak ditinggal suaminya pergi pada 2010. Setiap hari ia hanya menghabiskan waktunya untuk memasak dan teriak-teriak layaknya orang marah.
Melihat kondisinya yang memprihatinkan itu, sejumlah tetangganya sudah menyarankan untuk membawanya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ).
Namun, anak Ibu Eny, Tiko tidak ingin jika ibunya harus dibawa ke RSJ.
Setelah melalui proses yang panjang, Tiko kini akhirnya mau menuruti saran dari Dinas Sosial untuk membawa ibunya ke RSJ.
Melalui unggahan akun YouTube Bang Brew TV, rumah ibu Eny terlihat didobrak oleh petugas Dinsos, lantaran tak kunjung dibuka oleh ibu Eny.
"Berisik..berisik..berisikk," teriak ibu Eny saat dibawa petugas Dinsos.
Dengan memakai pakaian dibalut handuk piyama berwarna biru laut, Ibu Eny digiring masuk ke dalam mobil petugas. Ia juga terlihat membawa tasnya berwarna hitam.
"Saya punya dokter, saya punya rumah sakit, siapa yang nyuruh? Kurang ajar ya kamu," kata Ibu Eny sembari marah-marah dengan petugas.
Baca Juga: Menkes Komentari Jokowi Yang Tak Pakai Masker Di Kerumunan Pasar Tanah Abang, Begini Katanya
Dalam momen perjalanan ke rumah sakit itulah, petugas menitip pesan kepada Tiko agar nantinya lebih menjaga sang Ibu saat sudah dipastikan sembuh.
"Mas juga nanti setelah orangtuanya dikembalikan lagi, jangan lupa kontrol. Jangan sampai telat, obatnya jangan sampai putus," kata salah satu petugas Dinsos.
"Mudah-mudahan setelah dibantu tim medis, kedepannya ibu Eny bisa pulih dan kembali normal," tutup petugas.