Direktur Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Kota Makassar Arman Bausat mengungkap salah satu penyebab pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ kabur dari rumah sakit.
Kata Arman, salah satu penyebab mereka kabur karena butuh tempat untuk menyalurkan seks.
"Namanya laki-laki, punya birahi, punya seks yang tinggi. Ada masa tiba-tiba hormon berlebihan dan harus mereka salurkan," ujar Arman pada kegiatan "Ngobrol Santai" bersama wartawan di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 21 Februari 2023.
"Kita bisa bayangkan pasien ini tinggal dalam kamar terus menerus. Sebagai laki-laki, dia ini bergairah, sehingga cari cara bagaimana supaya bebas," lanjutnya.
Arman menjelaskan pasien ODGJ berbeda dengan pasien pada umumnya. Fisik mereka sangat kuat.
Para ODGJ ini lalu bekerjasama untuk membobol dinding agar bisa kabur. Padahal, ada banyak cara yang dilakukan pihak rumah sakit agar mereka tidak bisa melarikan diri.
"Otaknya yang bermasalah, tapi fisiknya sangat kuat. Plafon sudah kita kasih spandek sehingga pasien tidak bisa menjebol. Tapi mereka tetap punya cara lain, misal kamar mandi dijebol. Mereka bekerjasama," kata Arman.
Bahkan pernah ada kasus pasien membongkar dinding blok wanita. Mereka mencari tempat pelampiasan seks.
"Sampai dulu ada ODGJ perempuan yang sampai hamil, tapi (kasusnya) sudah lama, sebelum diperketat," beber Arman.
Kata Arman, enam dari tujuh pasien yang kabur sudah ditemukan. Setelah ditelusuri, ternyata mereka kembali ke rumahnya.
Baca Juga: Produksi Padi Payakumbuh Capai 42.927 Ton
Sementara satu orang masih dinyatakan hilang. Pihak rumah sakit sudah melakukan koordinasi dengan polisi untuk mencari pasien tersebut.
Ia menambahkan saat ini masih ada sekitar 400 pasien di RSKD Dadi yang dirawat karena ODGJ. Angka ini terus menurun tiap tahunnya karena banyak yang sudah dinyatakan sembuh.