Ni Luh Djelantik dan Faras Sayidi menjadi perbincangan warganet setelah keduanya berdebat panas.
Perdebatan ini berawal karena Faras Sayidi berpose mengacungkan jari tengah di depan pura di Bali.
Pose Faras Sayidi alias Milov ini pun mengundang kontroversi dan membuat Ni Luh Djelantik bereaksi.
Diantara debat panas antara Faras Sayidi dan Ni Luh Djelantik ada sosok Tengku Zanzabella yang akhirnya juga jadi sorotan.
Perempuan yang baru saja berdebat dengan Nikita Mirzani ini tampaknya mengikuti perdebatan antara Faras Sayidi dan Ni Luh Djelantik.
Hal ini diposting di Instagram Storynya yang diunggah ulang oleh Ni Luh Djelantik.
Dalam unggahannya Tengku Zanzabella mengatakan “Hajar Milov”.
“Hajar Milov, kalau kamu memang tidak bermaksud melecehkan! Si mbok ini hoby teriak gak jelas. Semua manusia dianggap apaan. Semua manusia mau didiktenya. Dasar Sar4p versi lain. Saya udah eneg banget ngebahas manusia ini. Saya pernah jadi korban dia. Siapa, ND? Kok anda receh sekali ya, padahal artis tenar katanya. Bahaya ninorang kalau jadi pejabat. SS dong DM ke ND,” tulis Tengku Zanzabella.
Hal ini pun ditanggapi oleh Ni Luh Djelantik dengan mempertanyakan maksudnya memberi solusi ataukah yang lainnya.
Baca Juga: Ini Kata Gisel Soal Putus dari Rino Soedarjo, Kini Dekat Dengan Wijin Dan Gading Marten
“Cie Cie Cie hajar milov ! milov yang pasang jari tengah lingkungan tempat suci agama Hindu Pura Ulun Danu Batur. Kalian cantik banget. Ini maksudnya kasi solusi atau gimana ? Kami umat Hindu menganggap apa yang dilakukan si milop ini pelecehan. Udah ribuan yang kasi masukan gak ada yang membenarkan kelakuannya. Duh baik banget deh sama milop si duta jari tengah muach. #peluktianglistrik
Seperti diketahui Faras Sayidi dan Ni Luh Djelantik debat saat Live Instagram yang disiarkan di akun Ni Luh Djelantik.
"Akan menjadi urusanku, kalau itu dilakukan di tempat suci, tempat ibadah kami," kata Niluh Djelantik.
"Terlepas tidak tau makna jari tengah itu seperti apa, aku ingin menyampaikan pesan bahwa kalian sudah dewasa, kalau tidak mau dibilang tua," kata Niluh Djelantik.
Akan tetapi Faras Sayidi malah tak terima. Ia justru mempertanyakan, "dari agama mana yang melarang dan aturan darimana?"
"Itu sudah menjadi norma kami, bahwa..," kata Niluh Djelantik.