Putra bungsu Presiden Joko Widodo dan Iriana, Kaesang Pangarep, telah mengumumkan niatnya untuk terjun ke dunia politik dan menjadi calon Wali Kota Depok dalam Pilkada 2024. Dalam waktu dekat, ia akan meresmikan posko pemenangan sebagai langkah awal dalam kampanyenya.
Dalam sebuah video yang diunggah di saluran YouTube pribadinya, Kaesang mengungkapkan bahwa ia telah merencanakan sejumlah program jika terpilih menjadi Wali Kota Depok.
Salah satu tujuannya adalah menjadikan Depok sebagai kota yang bersih, dan ia berencana memberlakukan sanksi bagi mereka yang membuang sampah sembarangan.
"Mungkin biar Kota Depok lebih bersih saya mau memberlakukan denda bagi orang yang membuang sampah tidak pada tempatnya," tandasnya.
Selain itu, Kaesang juga berencana melarang kendaraan roda empat atau mobil sebagai upaya untuk mengatasi kemacetan yang menjadi masalah utama di Kota Depok saat ini.
Ia menyebutkan bahwa ia ingin menerapkan kebijakan yang mirip dengan aturan ganjil-genap di Jakarta, namun dengan pengecualian bahwa tidak ada mobil yang diperbolehkan sama sekali di jalan.
Ketika ditanya mengenai solusi bagi warga yang memiliki mobil, Kaesang berpendapat bahwa itu menjadi tanggung jawab pribadi mereka dan ia menyerahkan keputusan itu kepada mereka, selama tujuan untuk mengatasi kemacetan tercapai.
Namun, Kaesang menjelaskan bahwa sebagai Wali Kota, aturan tersebut tidak akan berlaku baginya dan ia akan tetap menggunakan mobil sebagai sarana transportasinya.
Hal ini dikarenakan sebagai pemimpin kota, ia perlu melakukan tugas-tugasnya dengan efisiensi dan mobilitas yang tinggi.
Baca Juga: Perbandingan Harga Kambing di Baznas, Dompet Dhuafa dan Dharmajaya
Keputusan Kaesang untuk terjun ke dunia politik dan mencalonkan diri sebagai Wali Kota Depok mendapat perhatian publik, mengingat statusnya sebagai putra presiden.
Hal ini juga menimbulkan beragam tanggapan dan pendapat dari warga.