Quraish Shihab mengingatkan orang tua, harus mampu menjelaskan ke anak-anaknya. Mendidik anak-anak. Tentang bahaya yang mungkin dialami oleh anak.
"Salah satu bahaya terbesar itu adalah LGBT," kata Quraish Shihab dalam perbincangan ekslusif dengan Daniel Mananta, tayang di Youtube dan dikutip Rabu 5 Juli 2023.
Quraish Shihab mengajak masyarakat untuk tidak membenci LGBT. Tapi mengajak mereka untuk bergandengan tangan.
"Agama tidak setuju itu (LGBT). Mari kita bergandengan tangan. Tidak membenci mereka, tapi menyelamatkan mereka. Kita bergandengan tangan untuk mengobati mereka," ungkap Quraish Shihab.
Dia mengatakan manusia memiliki banyak persamaan ketimbang perbedaan. Jika manusia tidak bisa bergandengan tangan dalam masalah prinsip. Bisa bergandengan tangan dalam rincian yang disepakati.
"Salah satu tugas orang beragama dalam menghadapi LGBT bergandengan tangan untuk menyelamatkan mereka. Mengobati mereka," katanya.
Salah satu bentuk kesayangan kepada LGBT adalah menghalangi mereka untuk bertindak sesuai pemahaman mereka. Atau memberitahu mereka bahwa tindakan mereka tidak dibenarkan oleh agama. Dampaknya buruk.
"Bukan justru diam. Orang yang diam menghadapi sesuatu keburukan adalah setan yang membisu. Kita tidak ingin menjadi setan yang bisu. Tapi agama menganjurkan agar memberitahu dengan baik," ungkap Quraish Shihab.
Daniel Mananta sebagai tuan rumah acara juga mengaku resah dengan perkembangan LGBT saat ini. Karena sudah masuk ke dunia pendidikan.
Baca Juga: Farhat Abbas akan Pidanakan Rendy Kjaernett dan Syahnaz, Netizen: Kali Ini Gue Dukung
Salah satunya di sebuah sekolah di Jakarta yang sudah terbuka terhadap LGBT. Dengan memberikan ruang khusus kepada pelajar yang merasa memiliki gender netral.
"Akhirnya saya gak pernah ajak anak saya ke sekolah itu lagi," kata Daniel.
Daniel juga mengingatkan bahaya media sosial saat ini. Karena banyak anak-anak yang menyerap informasi pertama kali lewat media sosial.
Sehingga peran orang tua sangat diharapkan mengarahkan anak ke hal-hal yang baik. Tidak membiarkan anak-anak menerima pendidikan dari media sosial.