Dalam sebuah wawancara, Presiden Pertama Indonesia, Soekarno, menyatakan bahwa gajinya selama menjabat sebagai presiden hanya US$ 220.
Ia juga mengungkapkan bahwa tidak memiliki rumah dan tanah pribadi. Oleh karena itu, ia hidup dari istana ke istana yang dimiliki oleh negara.
Soekarno juga menceritakan pengalaman yang mencengangkan bahwa ia pernah dibelikan piyama oleh seorang duta besar saat kunjungan ke luar negeri.
Duta besar tersebut merasa kasihan karena melihat Soekarno mengenakan baju tidur yang sudah robek.
"Pernahkah ada Kepala Negara lain yang hidup dalam keadaan seburuk aku, seringkali meminjam uang dari ajudan-ajudanku?" ujar Soekarno kepada Cindy Adams dalam wawancara berjudul "Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia" pada tahun 1964.
Guntur Soekarnoputra, putra pertama Soekarno, juga membenarkan pernyataan ayahnya tentang kehidupan sederhana tersebut. Dalam sebuah kolom opini di Media Indonesia pada 26 September 2020, Guntur mengungkapkan bahwa kantong Soekarno selalu tipis sejak sebelum ia menjadi presiden.
Hal ini membuatnya sering kali meminjam uang dari sahabatnya, termasuk Agoes Moesin Dasaad, sejak zaman pergerakan.
"Bung Karno adalah presiden yang paling miskin di dunia ini. Ia tidak memiliki tanah, rumah, atau bahkan logam-logam mulia seperti yang digembar-gemborkan orang selama ini," ungkap Guntur.
Dalam sejarahnya, Soekarno juga hampir menerima tawaran dari rakyat untuk memberikannya gedung secara patungan. Namun, ia menolak tawaran tersebut dengan alasan tidak ingin merepotkan.
Ong Hok Ham, sejarawan Indonesia, juga membantah rumor tentang harta karun Soekarno. Melalui bukunya "Kuasa dan Negara" yang terbit pada tahun 1983, Ong membongkar fakta sejarah yang sebenarnya. Salah satunya adalah cerita tentang Soekarno yang mewarisi kekayaan dari kerajaan Mataram Islam.
Ong menyatakan bahwa tidak mungkin seseorang bisa mewarisi harta dari kerajaan kuno, terutama batangan emas. Selain itu, harta kerajaan kuno tersebut tidak sebesar yang dibayangkan, bahkan saat itu kerajaan Mataram Islam sendiri memiliki utang kepada VOC.
Seiring dengan upaya pencarian harta karun tersebut, belum ada hasil yang memuaskan. Oleh karena itu, dugaan bahwa Soekarno memiliki harta sebesar itu tampaknya kurang berdasar pada data-data sejarah yang ada.
Dengan demikian, wawancara dengan Cindy Adams mengungkapkan bahwa Soekarno hidup dalam kesulitan dan tidak memiliki kekayaan sebesar yang sering diperbincangkan orang selama ini.
Selama 30 tahun menjabat sebagai presiden, Soekarno hidup dalam keadaan yang sederhana, menjalani kehidupan dari istana ke istana yang dimiliki negara.
Harta Rp55 Triliun