Mandau merupakan senjata tradisional khas Suku Dayak berbentuk seperti pedang yang dikenal memiliki kekuatan magis.
Senjata ini biasanya digunakan oleh masyarakat Dayak saat berperang melawan musuh.
Mereka menjadikan Mandau ini sebagai alat untuk melawan khususnya memenggal kepala-kepala musuh (adat Ngayau).
Lantas apakah mandau ini bisa terbang?
Adapun sebenarnya mandau terbang merupakan istilah yang memiliki alasan logis dalam kultur perburuan.
Hal itu lantaran mandau digunakan untuk menargetkan bagian kepala seperti kepala musuh hingga hewan buruan, sehingga Mandau harus dilemparkan.
Oleh karenanya, mandau disebut terbang sampai mengenai kepala hewan yang diburu dengan arti yang hiperbolis.
Selain itu, mandau yang dikenal sebagai benda keramat ini biasanya dimiliki oleh Suku Dayak yang memiliki ilmu.
Dari ilmu tersebut, orang yang memakai mandau menjadi tak kasat mata hingga saat dilemparkan untuk mengenai musuh, mandau tersebut seperti terbang.
Baca Juga: Syahnaz Tak Terima Jeje Disalahkan Karena Memilih Bertahan
Sejarah Mandau
Di zaman dahulu, mandau dianggap memiliki unsur magis, harus dirawat dan disimpan dengan baik, karena memiliki kekuatan spiritual yang mampu melindungi pemiliknya.
Dalam sejarahnya, saat ada peperangan, Suku Dayak umumnya akan menggunakan mandau yang dianggap menjadi benda keramat untuk menjadi senjata mereka.
Mandau digunakan untuk ritual tertentu, seperti pengayauan (pemburuan kepala) dan pelengkap upacara seperti tarian adat.
Tetapi masyarakat Suku Dayak juga menggunakan Mandau untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti memotong tumbuh-tumbuhan, daging, dan benda-benda lain.
Saat zaman penjajahan, Suku Dayak dan mandaunya juga terkenal sebagai ahli perang. Sebab, mereka berani melawan para penjajah yang masuk ke Pulau Kalimantan.