Musik Tingkilan merupakan salah satu jenis kesenian musik yang dikenal oleh masyarakat Kutai di Kalimantan Timur.
Dikutip dari jurnal Stekom, sejarah musik ini dimulai beriringan dengan masuknya agama Islam ke Kutai.
Oleh karena itu, musik ini memiliki banyak kesamaan bunyi dengan kesenian rumpun Melayu lainnya.
Perbedaannya Tingkilan menyebar melalui proses akulturasi dengan kebudayaan setempat.
Hal ini membuat musik ini kini terbagi menjadi tiga jenis yakni Hulu Mahakam, Tengah, dan Pantai yang memiliki karakternya masing-masing.
Kata tingkilan itu sendiri berarti menyindir lewat pantun dan musik.
Sementara, makna dari musik ini masih bertahan, meski struktur musiknya itu sendiri telah mengalami berbagai bentuk perubahan.
Ada empat jenis alat musik yang dimainkan dalam tingkilan yakni gambus, ketipung, kendang, dan biola.
Gambus, gambus merupakan alat musik petik seperti mandolin yang berasal dari Timur Tengah.
Baca Juga: Menteri dan Wakil Menteri Jokowi yang Maju Nyaleg di Pemilu 2024, Siapa Saja?
Pengaruh dari Timur Tengah ini dibawa oleh orang-orang melayu yang banyak bermukim di pesisir Kalimantan Timur dan kebanyakan beragama Islam
Lalu ada ketipung, ketipung yang merupakan kendang kecil. Sama seperti gambus, alat musik ketipung juga mendapat pengaruh kuat dari budaya Timur Tengah.
Selanjutnya kendang, kendang merupakan fondasi dari ensamble gamelan yang dipakai untuk mengiringi bebrapa kesenian, misalnya Tari Ganjur.
Kendang merupakan produk budaya Jawa yang dipakai untuk mengiringi seni musik Tingkilan di Kutai Kartanegara.
Ketika gambus mulai dipetik, maka kendang akan mengiringi alunan suara gambus yang berfungsi untuk mengatur tempo dalam Tingkilan.