Suku Dayak Benuaq memiliki aliran kepercayaan yang sudah turun temurun sejak zaman dahulu.
Pada awalnya, kepercayaan dari suku Dayak Benuaq adalah kepercayaan lama yang disebut animisme dan dinamisme.
Aliran kepercayaan ini dinamai sebagai agama Kaharingan oleh suku Dayak di
Kalimantan Tengah.
Mereka percaya bahwa di sekitar hidupnya dan di alam semesta ini dihuni oleh
makhluk-makhluk halus dan roh-roh.
Roh tersebut dapat menempati, tiang-tiang rumah, batu-batu, hutan, sungai-sungai gunung-gunung dan lain-lain.
Menurut kepercayaan mereka, makhluk halus atau roh-roh itu digolongkan menjadi dua bagian yaitu roh baik dan roh jahat.
Sementara itu, kepercayaan suku Benuaq juga mengungkap bahwa roh nenek moyang yang sudah meninggal berperan penting dalam kehidupan anak cucunya yang masih hidup.
Mereka percaya bahwa arwah nenek moyang itu bisa mendatangkan kebahagiaan dan bisa juga mencelakakan kehidupan manusia.
Roh atau arwah nenek moyang itu disebut oleh suku Dayak Benuaq sebagai "haw".
Menurut kepercayaan suku Dayak Benuaq, arwah atau roh orang yang sudah meninggal dunia akan berkumpul di tempat yang tinggi dan abadi di gunung Lumut.
Mereka beranggapan, apabila mereka mengadakan upacara kematian secara lengkap, maka roh yang meninggal akan mendapatkan tempat yang lebih tinggi di gunung Lumut.
Nantinya, roh-roh itu juga akan memberikan kekuatan kepada keluarganya yang masih hidup untuk mencari kebutuhan hidupnya.