Bubur Pedas Khas Sambas, Makanan Khusus Para Raja di Zaman Dahulu

Suara Bestie

Selasa, 26 September 2023 | 16:45 WIB
Bubur Pedas Khas Sambas, Makanan Khusus Para Raja di Zaman Dahulu
Bubur Pedas khas Kalimantan Barat (https://budaya-indonesia.org/)

Bubur pedas atau bubbor paddas merupakan salah satu makanan tradisional khas Sambas, Kalimantan Barat. Makanan ini sejenis bubur yang menjadi makanan khas orang Melayu.

Bubur pedas ini juga populer di kalangan orang Melayu di Sarawak, Malaysia.

Biasanya mereka menyajikan bubur pedas ini selama bulan Ramadhan dan disantap saat berbuka puasa.

Menurut cerita masyarakat, bubur pedas Sambas berasal dari Suku Melayu yang menempati wilayah Singkawang, Pontianak dan sekitarnya. 

Bubur pedas yang terbuat dari beras tumbuk halus ini dulunya merupakan makanan khusus para raja.

Bubur Sambas hanya akan dimasak pada acara kerajaan maupun acara adat yang sangat sakral.

Bahkan saat jaman perang, bubur pedas juga dibuat untuk menghemat biaya makanan saat rakyat di Kabupaten Sambas berperang melawan penjajah. 

Kala itu, stok makanan sangat sedikit dan menipis, sehingga rakyat Sambas berinisiatif membuat makanan tanpa harus banyak mengeluarkan biaya, caranya dengan membuat bubur. 

Meski mengandung kata pedas, tetapi rasa bubur ini tidak terlalu pedas. 

baca juga

Lantas bagaimana cara membuat bubur pedas ini? Berikut penjelasannya:

Bahan-bahan

500 gram beras, cuci bersih, tiriskan
200 gram kelapa parut
300 gram tetelan sapi atau daging ayam
10 lonjor kacang panjang, potong-potong
2 buah wortel, potong dadu
100 gram ubi jalar, potong dadu
2 ikat kangkung, potong-potong
100 gram tauge
100 gram rebung, diiris tipis-tipis
3 ikat pakis, ambil daun dan pucuknya, iris tipis-tipis
100 gram daun kesum, diiris tipis-tipis
2000 cc air

Bumbu 

4 lembar daun salam
2 batang serai, memarkan
4 cm lengkuas, memarkan
6 butir bawang merah, haluskan
2 siung bawang putih, haluskan
2 buah cabai merah, haluskan
1/2 sendok teh merica, haluskan
200 gram kacang tanah, goreng
100 gram ikan teri goreng
Bawang goreng
Kecap manis
Jeruk limau
Sambal cair dari cabe rawit

Cara membuat

1. Sangrai beras sampai kekuning-kuningan, tumbuk halus
2. Sangrai kelapa parut, tumbuk halus
3. Siapkan air, rebus tetelan hingga matang dan masukkan bumbu halus, daun salam, serai, lengkuas. Aduk-aduk.
4. Tambahkan beras tumbuk, aduk-aduk
5. Masukkan wortel, kacang panjang, kangkung, ubi jalar, pakis dan daun kesum. Aduk-aduk, masak dengan api kecil hingga matang, angkat.
6. Sajikan bersama bahan pelengkap untuk taburan seperti kacang tanah, ikan teri, bawang goreng, kecap, sambal, dan jeruk limau sesuai selera masing-masing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengawal Pribadi Kapolda Kalimantan Utara Tewas, Kapolri: Diusut Secara Cermat Secara Tuntas

Pengawal Pribadi Kapolda Kalimantan Utara Tewas, Kapolri: Diusut Secara Cermat Secara Tuntas

Bestie | Minggu, 24 September 2023 | 13:14 WIB

Sejarah Masjid Pusaka Banua Lawas, Masjid Tertua di Kalsel

Sejarah Masjid Pusaka Banua Lawas, Masjid Tertua di Kalsel

Bestie | Senin, 18 September 2023 | 18:00 WIB

Mengenal Rumah Adat Rumbang Perak, Jadi Cagar Budaya di Kalimantan Tengah

Mengenal Rumah Adat Rumbang Perak, Jadi Cagar Budaya di Kalimantan Tengah

Bestie | Senin, 18 September 2023 | 17:20 WIB

Terkini

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB

Rangkaian Skincare Viva untuk Remaja Atasi Masalah Kulit di Masa Pubertas

Rangkaian Skincare Viva untuk Remaja Atasi Masalah Kulit di Masa Pubertas

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 19:45 WIB

Berpisah, Bangkok United Tak Perpanjang Kontrak Pratama Arhan

Berpisah, Bangkok United Tak Perpanjang Kontrak Pratama Arhan

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 19:42 WIB

Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!

Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:42 WIB

Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan

Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:38 WIB

Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan

Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:36 WIB

Proses Veneer Gigi di Damessa dari Awal hingga Selesai

Proses Veneer Gigi di Damessa dari Awal hingga Selesai

Lifestyle | Senin, 22 Juni 2026 | 19:27 WIB

Residivis Narkoba di OKI Ternyata Produksi Senjata Api Rakitan, Bom Molotov Ikut Disita

Residivis Narkoba di OKI Ternyata Produksi Senjata Api Rakitan, Bom Molotov Ikut Disita

Sumsel | Senin, 22 Juni 2026 | 19:27 WIB

Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?

Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:26 WIB

Prioritaskan Piala Dunia, Ini Pengaruhnya pada Produktivitas Kerja

Prioritaskan Piala Dunia, Ini Pengaruhnya pada Produktivitas Kerja

Your Say | Senin, 22 Juni 2026 | 19:25 WIB