Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

SBY Bayar Pajak Rp261 Juta

Doddy Rosadi

Kamis, 20 Maret 2014 | 19:04 WIB
SBY Bayar Pajak Rp261 Juta
Presiden SBY saat membayar pajak lewat internet. (Setkab.go.id)

Suara.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah membayar pajak penghasilan sebesar Rp261,796 juta pada 2013. Jumlah penghasilan SBY sepanjang 2013 adalah Rp1,106 miliar, sementara penghasilan kena pajak Rp1,055 miliar.

"Yang telah dipotong atau diambil langsung dari penghasilan saya Rp 215 juta 861 ribu sekian. Sehingga, yang harus saya lengkapi, sisanya Rp 45.935.285," kata Presiden SBY saat  mengisi mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Tahun 2013 secara elektronik melalui -e-filing, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (20/3/2014), seperti dilansir laman Setkab.go.id.

Kali ini, Presiden SBY melaporkan pajaknya via internet. Dengan menggunakan laptop, Presiden SBY melaporkan SPT Tahunan PPh Tahun 2013 dengan terlebih dahulu melakukan registrasi menggunakan e-fin (electronic filing identification number), kemudian memeriksa bukti penerimanan elektronik yang diterimanya melalui email.

"Saya mendukung serta mengapresiasi kepada jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Direktorat Jendral Pajak yang telah mengunakan metodologi e-filing sehingga wajib pajak dapat mengunakan sistem ini dengan cepat, tepat, efisien, serta menghindari isu-isu," ujar SBY.

Presiden berharap, setiap wajib pajak membayar seusai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian sistem kita makin tertib, ditambah kesadaran makin tinggi, penerimaan dan pendapatan negara terus meningkat.

Presiden meningatkan, negara memerlukan biaya untuk pembangunan, menjalankan roda pemerintahan, dan mensejahterakan rakyat. “Komponen pajak adalah pilar dari pendapatan negara yang juga menjadi bagian penting dari pembelanjaan negara,” tutur SBY.

Saat menyampaikan laporan SPT Tahunan PPh 2013 itu, Presiden SBY didampingi oleh Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Keuangan Chatib Basri, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, dan Dirjen Pajak Fuad Rahmany.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY Bertemu Pimpinan Lembaga Tinggi Negara

SBY Bertemu Pimpinan Lembaga Tinggi Negara

Foto | Kamis, 20 Maret 2014 | 16:39 WIB

Pulang dari Malang, SBY Bahas Hilangnya MH370 dalam Rapat Kabinet

Pulang dari Malang, SBY Bahas Hilangnya MH370 dalam Rapat Kabinet

News | Rabu, 19 Maret 2014 | 16:14 WIB

Keluarkan Keppres, SBY Ganti Kata Cina dengan Tionghoa

Keluarkan Keppres, SBY Ganti Kata Cina dengan Tionghoa

News | Rabu, 19 Maret 2014 | 09:59 WIB

 Tersangka Pembakaran Hutan Riau Bertambah

Tersangka Pembakaran Hutan Riau Bertambah

News | Minggu, 16 Maret 2014 | 22:09 WIB

Jaringan Kerja Pelayanan Kristen Kirim Surat kepada SBY

Jaringan Kerja Pelayanan Kristen Kirim Surat kepada SBY

News | Minggu, 16 Maret 2014 | 20:29 WIB

Industri Tekstil Nasional Bisa Menjadi yang Terbesar di Dunia

Industri Tekstil Nasional Bisa Menjadi yang Terbesar di Dunia

Bisnis | Sabtu, 15 Maret 2014 | 12:16 WIB

Terkini

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB