Cari Ketenangan di Akhir Pekan? Kunjungi Cetiya Tian Shi Hua, Spot Spiritual Anyar di Jakarta

Dinda Rachmawati

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:51 WIB
Cari Ketenangan di Akhir Pekan? Kunjungi Cetiya Tian Shi Hua, Spot Spiritual Anyar di Jakarta
Cari Ketenangan di Akhir Pekan? Kunjungi Cetiya Tian Shi Hua, Spot Spiritual Anyar di Jakarta (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se diresmikan di Golf Island PIK 2 pada Minggu, 19 Juli 2026.
  • Yusril Ihza Mahendra menyatakan rumah ibadah ini berfungsi membawa harapan, kedamaian, kebajikan, serta memperkuat toleransi keberagaman Indonesia.
  • Suhu Karmalie Abeng menjelaskan cetiya tersebut dibangun oleh Tian Shi Hua Association guna memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Suara.com - Di tengah hiruk-pikuk Jakarta dan kawasan sekitarnya yang terus berkembang, mencari ruang untuk berhenti sejenak bukan selalu perkara mudah. 

Di antara padatnya aktivitas, pusat kuliner, area komersial, dan berbagai destinasi hiburan, kini hadir sebuah tempat yang menawarkan pengalaman berbeda: ruang untuk beribadah, merenung, sekaligus menemukan ketenangan.

Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se menjadi salah satu destinasi spiritual baru yang hadir di kawasan Golf Island, PIK 2. Cetiya ini diresmikan pada Minggu (19/7/2026) dan diharapkan dapat menjadi ruang keagamaan yang terbuka, sekaligus membawa semangat kebajikan dan toleransi.

Kehadirannya memberikan warna baru bagi perjalanan menjelajahi kawasan PIK 2 yang selama ini dikenal dengan beragam pilihan wisata, kuliner, ruang terbuka, dan aktivitas rekreasi. Namun, pengalaman berkunjung ke tempat ini menawarkan suasana yang berbeda. 

Bukan sekadar datang untuk menikmati destinasi, tetapi juga memberi kesempatan bagi pengunjung untuk memperlambat langkah dan mengambil waktu untuk refleksi.

Bagi Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, rumah ibadah memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar tempat menjalankan ritual keagamaan.

“Saya percaya setiap rumah ibadah yang dibangun dengan niat baik bukan hanya menghadirkan sebuah bangunan di tengah kita, tetapi juga menghadirkan harapan. Harapan akan semakin banyak orang menemukan kedamaian, memperkuat kebajikan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” ujar Yusril.

Pesan mengenai keberagaman juga menjadi bagian penting dari peresmian cetiya tersebut. Di tengah masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai latar belakang, keberadaan ruang-ruang keagamaan dapat menjadi pengingat bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang harus dijauhkan.

“Indonesia kuat bukan karena memiliki keyakinan yang sama, melainkan karena mampu menghargai dan menghormati perbedaan sebagai dasar hidup bersama,” kata Yusril.

baca juga

Hal senada disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar. Menurutnya, rumah ibadah juga dapat menjadi ruang untuk membangun hubungan antarmanusia.

“Ini bukan hanya sebuah tempat untuk beribadah. Ini adalah tempat untuk semuanya berkumpul, menyampaikan doa, berbagi cerita, dan memancarkan cinta kasih ke seluruh dunia,” ujarnya.

Di balik kehadiran Cetiya Tian Shi Hua, terdapat perjalanan panjang Tian Shi Hua Association (TSA) yang bermula dari kegiatan sosial sekitar 18 tahun lalu. 

Pendiri TSA, Suhu Karmalie Abeng, mengatakan organisasi tersebut pada awalnya berfokus pada pelayanan sosial sebelum berkembang menjadi lembaga pembinaan spiritual.

“Awalnya kami hanya memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat, yang seiring waktu berkembang menjadi pembinaan spiritual yang lebih terstruktur,” kata Karmalie.

Kini, Cetiya Tian Shi Hua diharapkan dapat menjadi ruang yang memberi manfaat bagi masyarakat luas, khususnya umat Buddha.

“Semoga keberadaan Cetiya Tian Shi Hua di PIK 2 ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya umat Buddha,” pungkasnya.

Bagi pencinta perjalanan yang ingin menemukan pengalaman berbeda, destinasi spiritual seperti Cetiya Tian Shi Hua menawarkan perspektif baru dalam menjelajahi Jakarta dan sekitarnya. 

Perjalanan tidak selalu harus diisi dengan mengejar tempat baru atau mengabadikan setiap sudut dalam kamera. Sesekali, perjalanan juga bisa menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak, menikmati suasana yang lebih tenang, dan mengingat kembali pentingnya kedamaian, kebajikan, serta toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo

Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:15 WIB

Pesta Layang-layang Dunia Warnai Pantai Sanur Bali

Pesta Layang-layang Dunia Warnai Pantai Sanur Bali

Foto | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:00 WIB

Sensasi Baru Wisata Jakarta: Santap Malam di Atas Bus Sambil Dengar Biola dan Cerita Sejarah

Sensasi Baru Wisata Jakarta: Santap Malam di Atas Bus Sambil Dengar Biola dan Cerita Sejarah

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:12 WIB

Terkini

Cari Ketenangan di Akhir Pekan? Kunjungi Cetiya Tian Shi Hua, Spot Spiritual Anyar di Jakarta

Cari Ketenangan di Akhir Pekan? Kunjungi Cetiya Tian Shi Hua, Spot Spiritual Anyar di Jakarta

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:51 WIB

Tujuan MBG vs Efek Samping: Program yang Mulai Kehilangan Arahnya Sendiri

Tujuan MBG vs Efek Samping: Program yang Mulai Kehilangan Arahnya Sendiri

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:50 WIB

Shin Tae-yong: Persija Belum pada Kondisi Terbaik di Piala Presiden 2026

Shin Tae-yong: Persija Belum pada Kondisi Terbaik di Piala Presiden 2026

Video | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:47 WIB

Tinted Sunscreen Somethinc untuk Kulit Kuning Langsat, Ini 4 Shade yang Cocok

Tinted Sunscreen Somethinc untuk Kulit Kuning Langsat, Ini 4 Shade yang Cocok

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:46 WIB

Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan

Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan

Otomotif | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:29 WIB

Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25 WIB

Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita

Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:23 WIB

Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa

Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:20 WIB

Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur

Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05 WIB

Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang

Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00 WIB

×