Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pernyataan Ketua ECB Dorong Penguatan Dolar

Esti Utami

Selasa, 15 April 2014 | 07:14 WIB
Pernyataan Ketua ECB Dorong Penguatan Dolar
Ilustrasi (Foto: shutterstock)

Suara.com - Kurs dolar menguat terhadap mata uang utama dunia pada Senin (14/4/2014) atau Selasa pagi waktu Indonesia barat, menyusul laporan penjualan ritel AS menggembirakan dan indikasi lebih banyak stimulus dari Bank Sentral Eropa (ECB).

Sekitar pukul 21.00 GMT (Selasa pukul 04.00 WIB), euro dibeli 1,3820 dolar, turun dari 1,3883 dolar pada Jumat sore. Dolar juga naik terhadap mata uang Jepang, menjadi 101,82 yen dari 101,59 yen.

Dolar juga menguat terhadap rupiah. Dalam penutupan perdagangan Senin sore nilai melemah tujuh poin menjadi Rp11.420 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp11.413 per dolar AS.

"Sebuah ajang tarik-menarik akan membentuk euro/dolar karena pembuat kebijakan Eropa menempatkan tekanan turun pada pasangan tersebut dan penurunan imbal hasil AS baru-baru ini memberikan dukungan terbalik," kata Kathy Lien, kepala strategi valuta asing di BK Asset Management.

Pedagang mata uang mencerna pernyataan Ketua ECB Mario Draghi selama akhir pekan bahwa para pembuat kebijakan mungkin perlu mengambil tindakan untuk membendung penguatan euro.

"Intervensi verbal dari Bank Sentral Eropa akhir pekan ini menghentikan kemajuan euro menuju tertinggi satu bulan terhadap dolar AS, karena pasar menyegarkan diri untuk lebih banyak panduan bank sentral pekan ini," kata Nawaz Ali, analis pasar di Western Union Business Solutions.

Ali mencatat bahwa Ketua Federal Reserve Janet Yellen akan berbicara kepada publik dua kali pada minggu ini, mulai Selasa. "Komentarnya bisa memiliki dampak besar pada perdagangan dolar AS." Laporan pemerintah AS tentang penjualan ritel pada Maret datang sedikit lebih baik dari yang diharapkan, dengan penjualan naik 1,1 persen dari Februari. Namun data keseluruhan dalam laporan mengungkapkan momentum pertumbuhan kecil dalam belanja konsumen, yang menyumbang bagian terbesar dari aktivitas ekonomi AS.

Stabil tetapi kurang bergairah dalam laju perbaikan data ekonomi AS diperkirakan akan menjaga Fed mengambil langkah-langkah pengurangan dalam stimulus besar-besarannya untuk keluar dari program pembelian aset seluruhnya sebelum akhir tahun. Kenaikan suku bunga Fed yang mendekati nol tampak tak mungkin sampai setidaknya tahun depan.

"Sampai lebih banyak pejabat Fed di dewan mendapatkan gagasan pengetatan, dolar akan memiliki waktu yang sulit untuk pulih," kata Lien. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiga Bulan, Rupiah Menguat 7 Persen

Tiga Bulan, Rupiah Menguat 7 Persen

Bisnis | Rabu, 09 April 2014 | 06:22 WIB

Faktor Domestik Picu Penguatan Rupiah

Faktor Domestik Picu Penguatan Rupiah

Bisnis | Senin, 07 April 2014 | 10:41 WIB

Terkini

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 22:19 WIB

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 21:05 WIB

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 20:34 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:51 WIB

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:20 WIB

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:04 WIB

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:54 WIB

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB